Anak Asperger Jenius!

0
60

.Penyakit asperger sering dikaitkan dan diidentikkan dengan autis. Maklum, gejalanya mirip. Asperger sendiri merupakan gejala kelainan perkembangan syaraf otak. Layaknya autisme, pengidap asperger mengalami kekurangan dalam hubungan sosial dan tidak cakap berkomunikasi.

 
Selain itu, para pengidap asperger juga cenderung hiper sensitif dalam menanggapi rangsangan sensori berupa suara, sentuhan, cahaya, dan masih banyak lagi. Bila anak Anda mengidap asperger, maka ‘wajar’ bila ia lebih suka menyendiri dan terfokus pada diri sendiri.

 
Si kecil tetap akan mau bergaul dengan orang banyak, namun karena tidak punya kecakapan dalam berkomunikasi, ia melakukan pendekatan dengan orang lain dengan cara yang janggal. Ini mengapa anak pengidap asperger kerap dibilang ‘aneh’. 

 
Sementara itu, sehubungan dengan sensitifitasnya, usahakan tidak berbicara dengan volume tinggi atau memberinya kamar dengan kampu yang terlalu menyala terang. Dalam ukuran normal saja, anak akan merasa sangat terganggu. Bayangkan bila suara di sekitarnya terlalu berisik dan cahaya lampu terlalu terang bagi orang yang sehat, sang buah hati tentu akan mulai berteriak-teriak seperti orang gila karena rangsangan sensornya bekerja berlebihan. 

 
Meski demikian, jangan merasa rendah diri karena memiliki anak asperger. Anda harus tetap menyayanginya dengan tulus dan bangga terhadapnya. Pengidap asperger terbukti memiliki kemampuan intelegensi normal hingga melebihi rata-rata. Singkatnya, jenius!

 
Buktinya, seorang anak di Amerika Serikat – Jacob Bernett (12) – memiliki IQ 170. Dilansir dari Indianapolis Star, Bernett sudah sanggup menyusun sebuah puzzle yang terdiri dari 5.000 keping terpisah pada umur tiga tahun! Kehebatannya tidak hanya sampai di situ. Beberapa tahun kemudian, ia belajar otodidak mengenai kalkulus, algebra, dan geometri hanya dalam dua minggu. Pada usia delapan tahun Bernett sudah meninggalkan SMA dan mempelajari fisika perbintangan untuk level kuliah. Sembari belajar, anak ini juga mengajar teman-teman sekelasnya yang lebih tua. Kini anak berusia dua belas tahun ini sudah digaji sebagai peneliti di Indiana University. Mengagumkan!

 
Siapa bilang asperger menjadi hambatan anak untuk berkembang dan sukses? Bila Jacob Bernett bisa sukses. Anak Anda pun bisa! Memang benar, mengidap asperger bukan berarti sakit. Ini berarti anak Anda istimewa. Tepat sekali, ia jenius!

 
(
Berbagai sumber)

SHARE