Jaga Agar Si Kecil Tak Terjatuh

0
52

.Sangat berbahaya meninggalkan anak kecil sendirian di suatu tempat, meski itu hanya beberapa menit. Anak-anak yang setidaknya sudah bisa merangkak akan ‘gatal’ untuk selalu berpindah tempat.

Merangkak, berjalan, berlari, merambat, bahkan memanjat. Itulah yang dilakukan si kecil hingga akhirnya dia terjatuh. Hal yang ada di pikirannya mungkin hanyalah mencari kesenangan dan menikmati petualangan. Ia tidak mengerti bahaya yang akan diterimanya bila terjatuh. Semakin tinggi dia terjatuh, semakin besar bahayanya bagi dirinya. Kehilangan nyawa, mungkin?

Atasi hal ini. Meski tidak mungkin mengawasi buah hati selama 24 jam sehari setiap detiknya, setidaknya Anda sudah ‘mengamankan’ benda-benda di sekitarnya agar mencegah si kecil terjatuh. Kemungkinan jatuh akan lebih terasa bagi Anda yang tinggal di rumah bertingkat atau di apartemen di tingkat yang tinggi. Anda memiliki balkon terbuka dan jendela yang memiliki akses langsung ke bawah dan keluar. Hal ini belum lagi ditambah perabotan-perabotan rumah tangga seperti tempat tidur, meja, dan sofa yang kerap dijadikan media sirkus bagi si kecil.

Pasangkan teralis pada jendela Anda. Singkirkan unsur estetika. Meski tidak terlihat indah, keselamatan si kecil lebih penting. Teralis yang rapat akan menghalangi si kecil untuk ‘terjun’ ke bawah, hanya karena penasaran apa yang ada di bawahnya. Bila Anda tidak ingin memakai teralis, buatlah jendela setinggi mungkin agar tidak mampu diraih dan dibuka oleh anak kecil.

Berikan pintu untuk menuju akses balkon agar anak tidak bisa dengan mudahnya keluar-masuk balkon tanpa sepengetahuan Anda. Bahaya. Kunci pintu balkon, bila Anda tidak sedang berada di sana. Sama dengan jendela, buatlah pagar balkon setinggi mungkin agar anak tidak bisa memanjatnya. Singkirkan sofa, pot, kardus, atau benda apapun yang bisa menjadi ‘batu loncatan’ si kecil untuk merangkak ke tempat yang lebih tinggi dan mencapai puncak pagar balkon.

Berada di dalam rumah belum tentu sudah aman. Awasi buah hati sebisa mungkin. Alasi lantai yang keras dengan karpet empuk dan tebal di seluruh lantai rumah. Singkirkan benda-benda lancip yang ada di lantai. Bila akhirnya anak terjatuh dari sofa, ia tidak akan menimpa benda lancip di bawahnya. Positifnya, ia ‘hanya’ akan jatuh di karpet yang empuk. Tidak terlalu sakit.

Untuk Anda yang memilih tempat tidur bagi anak-anak Anda, maka tempatkan anak yang paling muda di tempat tidur terbawah. Begitu pula dengan boks bayi si kecil. Carilah boks bayi dengan teralis yang tinggi.

Bila sedang mengganti popoknya, dekatkan semua peralatan bayi dalam jangkauan tangan tanpa harus melangkah. Ini agar anak tetap bisa selalu Anda awasi ketika Anda meraih bedak, popok baru, dan bajunya.

Minimalis kemungkinan-kemungkinan si kecil terjatuh dari tempat-tempat tinggi, agar tidak membahayakan tubuh dan jiwanya.

(Berbagai sumber)

SHARE