Menyaksikan Jari Dwiki Dharmawan Menari

0
33

.Jari-jari Dwiki Dharmawan lincah menari di antara ebony dan ivory (baca : tuts piano). Sempat juga jari-jari Dwiki pindah menari di atas dawai-dawai piano. Kertas-kertas partitur pun berhamburan ke lantai untuk menciptakan suasana yang diinginkannya.  Dwiki pun berkolaborasi dengan iringan string dari gesekan cello Dimawan Kresno Adji serta violin oleh Eka Balong, Fafan Isfandiar dan Adi Nugroho yang tergabung dalam Jogya String Quartet serta Donny Sunjoyo yang memainkan double bass.

Pagelaran yang diadakan di Teater Salihara pada Kamis (31/03) malam itu merupakan pertama kalinya mereka berkolaborasi. Beberapa karya yang dibawakan dalam pagelaran ini telah direkam dan dimainkan dalam album Dwiki Dharmawan World Peace Orchestra dan Dwiki Dharmawan Live at The Baked Potato. Format berbeda yang ditampilkan malam itu merupakan sebuah ketertarikan Dwiki untuk menggubah karyanya dalam format berbeda. “Saya ingin memainkan detail, (baik itu) dari kemampuan musisi-musisi dan juga dari piano sendiri,” terang Dwiki ketika ditemui usai pementasan. Menurutnya ketika bermain dalam format full orchestra atau band, akan ada pembagian frekuensi dan detail. Sehingga ketika tampil dengan format yang lebih sederhana, menurut Dwiki, akan lebih bebas baginya untuk “menari-nari” di atas piano.

Dwiki membawakan 9 lagu sebagai repertoar. Diawali dengan Tribal Dance kemudian disusul oleh Janger. Gunungan yang merupakan hasil karya Dwiki berkolaborasi dengan I Nyoman Windha dibawakan sebelum Rindu Kami Padamu. Di akhir lagu Cik Cik Periuk yang aslinya adalah lagu daerah Kalimantan Barat, Dwiki menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan. “Wonderful Indonesia,” kata Dwiki dengan bangga. Namun dia menambahkan kemudian bahwa ada kejadian yang sangat ironis yang dituangkannya ke dalam lagu Jazz for Freeport dan Arafura. The Spirit of Peace menjadi penutup. Dwiki mengajak penonton untuk berpartisipasi bertepuk tangan mengiringi lagu tersebut.  

Repertoar yang dibawakan di pementasan tersebut merupakan pemanasan bagi Dwiki. Bulan Juli nanti, Dwiki akan membawakan lagu-lagu tersebut di berbagai perhelatan besar di Belanda, Swiss, Italia, dan Austria.

(Ghiboo)

SHARE