Awali Pagi Dengan Persiapan di Malam Hari

0
27

.Terburu-buru itu tidak enak, terlebih bila terserang kepanikan di pagi hari. Jangan sampai hal ini menimpa si kecil dan justru membuatnya nyaman dengan kekacauan tersebut karena telah terbiasa mengawali hari tanpa persiapan.

Segala sesuatu perlu persiapan. Si kecil harus memahami hal ini. Melakukan suatu hal tanpa persiapan hanya akan membuat anak mendapat masalah. Contoh, buku pelajarannya ketinggalan. Ini akan membuatnya dimarah dan dihukum gurunya di sekolah. Terlebh bila dia lupa membawa buku PR. Ia akan dituduh sengaja melupakan bukunya, agar punya alasan tidak mengerjakan PR.

Selain itu, bangun tidur dan berangkat ke sekolah tanpa persiapan justru akan membuat buah hati terlambat ke sekolah. How come? Bayangkan, anak susah bangun pagi. Setiap dibangunkan ia akan kembali tidur. Saat benar-benar bangun, waktu untuk bersiap-siap dengan mandi, pakai baju seragam, dan sarapan sudah sangat terbatas. Apa yang terjadi bila ia kesulitan menemukan kaos kakinya atau sabuknya? Bagaimana bila tas sekolahnya masih kosong? Ia sama sekali belum memasukkan buku-buku pelajaran yang akan digunakan pada hari itu? Semakin banyak yang dicari, semakin banyak waktu yang dibutuhkan sebelum betul-betul siap berangkat ke sekolah.

Saatnya berubah! Batasi jam malam anak. Jam sembilan malam, ia sudah harus tidur agar keesokan harinya ia merasa segar dan tidak mengeluh kurang tidur. Setengah hingga satu jam sebelum tidur pastikan si kecil telah memasukkan semua buku pelajaran untuk esok hari dan peralatan tulis di dalam tasnya. Minta dia mempersiapkan sendiri seragam yang akan dikenakannya besok. Tidak usah membantunya. Biarkan anak mengalami kesulitan dan mengatasinya sendiri. Dia pasti bisa, kok, mengatasinya. Anda cukup berada di dekatnya. Mengawasi di dalam kamarnya, mengoreksi bila ia melakukan langkah yang salah.

Setelah semua disiapkan, jangan lupa memintanya mengatur alarm pada jam. Jika anak belum bisa membaca jam, aturkan alarm untuknya, kemudian minta ia mengaktifkannya. Jangan melakukan seluruhnya untuknya. Apapun itu, ia harus memiliki andil di sana. Ini agar ia mengerti, segala yang terjadi dalam hidupnya – kecil atau besar – adalah tanggung jawabnya. Orangtua hanya bertugas sebagai penunjuk jalan.

Anak akan lebih siap dan dijamin dapat tidur dengan lebih pulas, karena saat akan tidur ia tidak lagi memiliki beban pikiran harus mempersiapkan banyak hal keesokan harinya. Selain itu, waktu tidurnya akan semakin bertambah. Waktu yang biasanya terpakai untuk kalang kabut mencari seragam dan buku, kini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk tidur sedikit lebih lama. Benar, tidak?

(Berbagai sumber)

SHARE