Menikah Muda Demi Miliki Banyak Anak

0
30

.Bagi Anda yang ingin memiliki anak atau bahkan banyak anak, ada baiknya merencanakan untuk menikah di usia muda. Selain fungsi reproduksi masih berjalan dengan sangat baik, mental Anda pun masih bisa mengimbangi jiwa muda anak, sehingga saat dia remaja Anda bisa menjadi ‘sahabat’ yang seimbang bagi buah hati.

Semakin bertambahnya usia, perempuan akan semakin dekat menuju masa menopaus. Pada usia di akhir 40-an atau 50-an, siklus menstruasi bulanan yang mengontrol tingkat hormon dan yang mempersiapkan ova untuk proses inseminasi, berhenti.

Ovarium semakin sedikit memproduksi hormon estrogen. Hal ini menyebabkan perubahan fisik dan emosi pada Anda. Folikel-folikel telur yang belum matang mulai gagal melepaskan ovarium seperti sebelumnya. Sebagai pengetahuan saja, rata-rata gadis remaja memiliki sebanyak 34.000 folikel telur yang belum matang. Hanya 350 di antaranya yang akan menjadi matang sepanjang hidup sang perempuan (dengan perkiraan satu folikel telur per bulan).

Folikel-folikel telur yang tidak terpakai akan rusak. Mengetahui ini, ada baiknya Anda mencari pasangan yang juga siap menikah di usia muda. Bila tidak bisa menemukan pria tersebut, cari saja laki-laki dengan usia yang lebih tua. Selama Anda berdua memiliki keinginan yang sama untuk memiliki anak kala fisik dan mental masih segar bugar, mengapa tidak?

Tapi ingat, menikah bukan sekedar menghasilkan keturunan. Pernikahan memiliki arti yang lebih dalam dan Anda bukan ‘mesin’ penghasil bayi. Jangan asal terburu-buru. Sebelum menikah, pikirkan dulu calonnya masak-masak, ya!

(Berbagai sumber)

SHARE