85 Persen Perempuan Terganggu Oleh Teman-Teman Facebook

0
21

.Bersosialisasi tidaklah mudah. Meski Anda memiliki akun pribadi di Facebook, bukan berarti bisa bebas mem-posting apapun yang Anda ingin. Mungkin ada atau bahkan banyak teman-teman Anda yang merasa ‘terganggu’ dan risih dengan status-status, foto, dan apapun yang muncul di halaman social media Anda tersebut. Akhir-akhir ini sebuah survey yang dilakukan di situs Eversave menyatakan, bahwa sebanyak 85 persen perempuan mengaku merasa terganggu oleh teman-teman yang ada di Facebook mereka.

Perilaku yang tercatat paling menyebalkan adalah mengeluh terus-menerus (63 persen). Sedang sebanyak 42 persen merujuk pada opini politik yang tidak pernah diminta dari teman-teman mereka. Hati-hati juga membagi kebahagiaan hidup Anda dengan orang lain. Para perempuan merasa jengah dengan bualan-bualan mengenai hal-hal yang tampak mengagumkan dalam hidup teman-temannya yang terus ‘dipamerkan’ di Facebook.

Para peserta survei mengatakan setidaknya mereka memiliki seorang teman yang bisa dikategorikan sebagai drama queen, frenemy, ataupun seorang penguntit. Mungkin Anda ada berada di dalam salah satu kategori tersebut? Hehe… Lebih lanjut dikatakan, bahwa 65 persen peserta berteman dengan seorang documentarian, yakni seseorang yang selalu memperbaharui statusnya tiap kali dirinya berada di toilet. Ouw..ouw… Sebanyak 61 persen lainnya mengaku berteman dengan seorang drama queen yang terus menganggap setiap hal di dalam hidupnya adalah suatu krisis. Lebay.

Selain itu, orang-orang narsis ternyata dianggap cukup menyebalkan juga. Dengan 57 persen perempuan mengaku dapat melihat foto – setidaknya – seorang teman yang sangat sering mengunggah image terbaru dirinya. Ibarat kata, setiap kali anak bayinya mengeluarkan air liur, setiap itu pula ia mengunggah foto. Sama halnya dengan orang yang suka mengunggah foto-foto yang menampilkan ‘kesempurnaan hidup’ dirinya, entah benar atau tidak. Hal ini diakui 40 persen peserta survei. Ada juga orang-orang yang bertingkah seolah menjadi seorang aktifis melalui Facebook, namun pada kenyataannya tidak melakukan apa-apa. Sebanyak 40 persen perempuan terganggu dengan orang seperti itu.

Meski kelakuan teman-teman di Facebook kerap membuat mereka geleng-geleng kepala dan tak habis pikir, namun sebanyak 91 persen peserta menegaskan, bahwa mereka tetap menghargai Facebook yang memperbolehkan mereka tetap berhubungan dan mengetahui ‘berita’ terbaru mengenai hidup teman-temannya mengenai status dan foto yang di-update.

(Berbagai sumber)

SHARE