Diet? Tak Perlu Takut Makan Malam

0
25

.Menurut Kelly Brownell, PhD, Direktur Pusat Kelainan Pola Makan dan Berat Badan di Yale Center, AS, ketika  Anda menjalani program diet, menghindari makan malam untuk menurunkan berat badan merupakan anggapan yang salah. Jika makan malam dihilangkan, kemudian menggantinya dengan makanan ringan untuk menahan lapar dan makanan ringan yang disantap mengandung kalori tinggi, maka berat badan tetap tidak akan turun.

“Rasa lapar yang muncul akibat tidak makan malam dapat mengganggu tidur Anda. Kadangkala yang terjadi adalah makan malam dilewati, namun akhirnya tengah malam terbangun karena lapar dan mengudap makanan yang tidak seharusnya dimakan, seperti kue, biskuit, bahkan mie instan. Jika sudah begini bobot tubuh justru melambung,” kata Brownell.

Kebiasaan tidak makan malam juga bisa berakibat munculnya keluhan tubuh tidak nyaman, lapar, atau bahkan gangguan lambung (maag).

Lalu kapan waktu yang tepat untuk makan malam? Jam berapa Anda sebaiknya makan malam tidak bisa dipastikan dengan pasti. Namun, sehubungan dengan kualitas tidur, usahakan waktu makan malam tidak terlalu dekat dengan jam tidur, setidaknya dua jam sebelum tidur. Usahakan makan malam kurang lebih pukul 6-7 malam, terutama bagi Anda yang pola tidurnya teratur, dan terbiasa tidur pada pukul 9-10 malam.

Jika waktu tidur Anda terlalu dekat dengan makan malam, perut bisa mengalami kembung, terutama bagi orang yang asam lambungnya mudah naik. Kondisi ini bisa membuat perut terasa nyeri dan tidak nyaman. Akibatnya, Anda jadi sulit tidur.

Intinya, pada malam hari proses tubuh berjalan lambat. Dan, jika saluran masih bekerja keras, tentu akan mengganggu waktu istirahat Anda. Perlu Anda tahu, saat tubuh beristirahat merupakan waktu tubuh mengalami regenerasi sel. Jika proses regenerasi sel-sel tubuh terganggu, kondisi ini bisa berefek negatif pada kesehatan.

(berbagai sumber)

SHARE