Sheila On 7, Perjalanan Epik Dalam Dunia Musik

0
56

.Sheila On 7 kembali merilis album. Album yang sempat tertunda tanggal perilisannya karena Gunung Merapi meletus ini hadir untuk memenuhi rasa rindu yang dirasakan oleh para Sheila Gank. Saat Ditemui oleh Ghiboo, para personil Sheila On 7 (Duta, Eross, Adam dan Bryan) bercerita tentang album terbarunya. Kini, setelah Menentukan Arah (2008), Sheila On 7 Berlayar (2011) menuju babak baru dalam kehidupan musik mereka.

Sebuah babak baru dimana Eross mendapat porsi yang lebih besar dan lebih fokus dalam mengulik gitarnya. Kali ini juga porsi menulis lirik terbagi lebih merata. Adam dan Duta berbagi porsi penulisan lirik, yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Cerita lebih lengkap akan disampaikan langsung oleh mereka dan Ghiboo membaginya untuk anda.

Tentang album Berlayar

(Duta) Orang yang seneng sama musiknya Sheila On 7 pasti akan lebih dimanja karena Eros punya waktu yang lebih panjang dan energi yang lebih banyak untuk nunjukin apa yang dia miliki sebagai seorang gitaris.

(Eross) Album ini sangat beragam sekali dan penuh kejutan karena ada nuansanya yang Sheila On 7 belum pernah mainin, terutama pada lagunya Adam dan Duta. Bagi pendengar umum, ini album yang sangat menghibur karena banyak cerita positif disini. Bagi musisi bisa jadi gambaran dimana ada sebuah band yang sudah berumur 15 tahun, dimana sebelumnya saya lebih dominan dalam menulis lagu, kali ini porsinya dibagi lagi. Dan ada ruang baru, tempat yang lebih luas lagi bagi saya untuk mengeksplore gitar.

Jadi dulu itu, kadang-kadang saya juga bingung bagaimana membagi energi untuk koreksi lirik terus bermain gitar. Ditambah keluarnya Sakti itu juga menambah beban yang lumayan. Tapi sekarang saya bisa lama berjam-jam distudio untuk mengulik gitar. Hal yang dulu saya tidak bisa lakukan. Secara garis besar, album ini merupakan langkah berikutnya dari So7 sebagai band. Level baru, babak baru. Secara musisi ini bisa jadi pembelajaran karena saya yakin kalau ada band baru yang masih mencari jati diri mungkin belum tau bagaimana pembagian lagu, bagaimana membuat album, dan ini bisa jadi salah satu referensi yang bagus bagi mereka musisi muda.

Proses dan Kendala dalam album Berlayar

(Duta) Mulai kerjain album dari Februari 2010. Awalnya itu kita bikin demo tiga lagu dulu yaitu Hujan Turun, Berlayar Denganku, Hari Bersamanya. Waktu itu ada keputusan kalau Hari Bersamanya dirilis duluan dan yang lainnya dikerjain sambil jalan. Jeda waktu dari single pertama ke single kedua itu selama delapan bulan. Walaupun lama, delapan bulan, lagu Hari Bersamanya mampu mengobati kerinduan Sheila Gank.

Awalnya kita emang ada perbedaan visi dengan pihak label. Kita pengennya lagunya nggak sepuluh. Kita niatnya bikin tujuh lagu. “Kalo kalian bisa sepuluh kenapa nggak?” tanya label. Di album ini ada beberapa lagu lama yang masuk. Lagu tersebut masuk karena itu lagu yang dulu kita yakini punya sesuatu tapi belum beruntung untuk masuk kedalam album sebelumnya. Kita waktu itu juga pengen bikin tribute to A.T Mahmud dengan membawakan lagu anak kecil tapi akhirnya nggak masuk kedalam album.

Kenapa Berlayar ?

(Duta) Kenapa berlayar karena menurut kita setelah Menentukan Arah, kita akan menjalaninya dengan cara apa sih? Mau naik mobil, jalan kaki, berenang, terbang apa gimana? Menurut kita sebuah perjalanan yang epic, panjang, banyak rintangan, melelahkan dan misalnya berhasil melaluinya itu bakal mendapatkan penghargaan yang lebih itu ya dengan cara berlayar.

Sebenarnya Berlayar juga yang menggambarkan perjalanan Sheila On 7 hingga hari ini. Kita tetep konsisten dengan trend industri. Walaupun ada RBT Kami tetep produksi full album. RBT jadi appetizer sama dessert itu sangat boleh lah. Main Course-nya tetep album dong..

Desain Sampul Berlayar yang unik

(Duta) Konsep awal lebih ekstrim dari ini. Kalo pengrajinnya menyanggupi mungkin kami tidak akan membuatnya dalam versi hardcover. Tapi dalam bentuk kain yang dirajut manual sesuai desain cover CD. Ternyata ketika kita minta dalam dua bulan jadi 1000 CD, dia tidak sanggup. Desain cover ini dilakukan berapa kali sample approving, lama banget. Untungnya proses pembuatan albumnya juga sempet kehambat. Mungkin desain cover ini akan jadi dalam versi yang lebih ngasal apabila waktu itu materi sudah jadi dan tinggal menunggu desain cover album.

Mimpi Sheila On 7

(Duta) Setiap musisi pasti punya panutan, sampai hari ini sebagian besar band yang menjadi panutan kami masih eksis sampai sekarang, masih bikin musik sampai sekarang, masih perform sampai sekarang, mereka umurnya mungkin udah 60 atau 70 dan mereka masih di panggung. Kalau kami belum bisa seperti mereka, kami merasa belum bisa membanggakan diri sebagai musisi yang musiknya bisa dipertanggungjawabkan.

Selalu ada pesan yang ingin kami teriakan yaitu bahwa sebuah band pasti punya cita-cita untuk melakukan sebuah konser dengan durasi lebih dari satu jam. Main untuk orang yang dateng kesitu karena ingin mendengarkan musiknya, bukan orang yang haus hiburan. Kita selalu berteriak untuk hal itu sampai hari ini. Kalau lo cuma punya single, sampai kapan lo mau ngumpulin single-single itu sampai lo bisa bikin konser lo sendiri.

Tentang fenomena RBT

(Duta) Dari kacamata musisi, itu mungkin sebuah kemunduran. tapi kalau dari kacamata industri, at least masih ada yang bisa diselamatkan oleh mereka yang kompeten dibidang industri. Selama kita masih punya label yang lebih tau tentang industri musik yah leave it to them. Musik baik itu kacamata nya jamak tidak seperti satu tambah satu sama dengan dua.

Lirik lagu berbahasa Inggris

(Duta) Sebenarnya itu mungkin bisa jadi salah satu mimpi kita untuk bisa sukses di luar negeri. Punya lagu berbahasa inggris yang banyak itu kayanya syarat utama buat bisa go internasional. Walaupun musik itu universal, parameternya banyak, ngga hanya lirik yang bagus aja.

Musik Sheila on 7 kedepan

(Eross) Konsep itu datang ketika era album itu datang. Kalau ditanya prediksi bagaimana musik Sheila On 7 dua tahun mendatang, kita bener-bener nggak tau. Karena dalam dua tahun itu banyak banget yang masuk. Seniman itu kan bisa menghasilkan karya yang unik itu karena kegagalan dia mencontoh orang lain. Sheila On 7 itu basicnya gitar karena kita ngga pernah punya pemain keyboard.

Menjaga kekompakan

(Duta) Kita belum tahu. Biasanya band itu bermasalah ketika hanya satu doang yang maju dan yang lainnya stagnan. Kita juga update sama lagu yang lainnya dengerin, jadi ada kesamaan.

Album Berlayar dari Sheila on 7 sudah bisa anda dapatkan di toko kaset kesayangan anda. Ada sepuluh lagu disana dimana anda juga bisa mendengarkan versi akustik dari hits mereka, Hari Bersamanya. Coba dengarkan juga lagu yang diciptakan oleh Adam yang berjudul ‘Have Fun’. Ada nuansa baru dan mengejutkan sesuai yang Eross tadi ucapkan. Good Luck Sheila..

(Ghiboo)

SHARE