Boleh Atau Tidak, Sih, Anak Menginap?

0
61

.Selain umur anak, masih banyak hal dan faktor lain yang harus dipertimbangkan sebelum memberikan izin bagi si kecil untuk menginap di rumah temannya. Persiapannya pun tak sedikit.

Untuk mencegah buah hati tiba-tiba rewel dan merajuk minta pulang hingga menyusahkan orangtua sang teman, lebih baik Anda membawakannya benda-benda ‘pembius’ tidur pulasnya. Selimut masa kecil, boneka, ataupun bantal guling kesayangan adalah salah satunya. Benda-benda tersebut akan membuatnya tenang dan senyaman di rumah sendiri.

Selain barang-barang kesukaan, jangan lupa membawakannya keperluan untuk esok hari. Persiapkan sebuah tas kecil seukurannya. Masukkan odol, sabun, shampoo, handuk, sikat gigi, kaos kaki, baju, dan pakaian dalam bersih, sisir, piyama, dan masih banyak lagi. Jangan mengharapkan orangtua sang teman akan menyediakan keperluan mandi untuknya. Toh, tidak etis bila Anda dan si kecil merepotkan keluarga lain untuk keperluan pribadi.

Jangan lupa meninggalkan nomor telepon Anda pada sang orangtua teman, telepon rumah dan selular. Bagaimanapun Andalah orangtua si kecil. Bila terjadi sesuatu pada buah hati, orangtua temannya hanya wajib memberitahukannya kepada Anda. Selebihnya, itu menjadi tanggungjawab Anda. Usahakan bertemu terlebih dahulu dengan sang orangtua. Tidak perlu sungkan untuk memberikan catatan kecil padanya. Bila anak alergi terhdap jenis makanan tertentu, maka tuliskan di situ. Catatlah juga jam berapa si kecil harus tidur. Mau tidak mau, orangtua tersebut akan menjadi pengganti Anda selama semalam. Ia harus bisa ‘mengasuh’ anak Anda dengan benar seperti layaknya Anda di rumah. Bila ia keberatan, maka ada baiknya Anda melarang si kecil menginap di sana. Lebih baik undang anaknya untuk menginap di rumah Anda, menemani si kecil.

Jangan tinggalkan peran Anda sebagai orangtua begitu saja. Angkat telepon di malam hari dan ucapkan ‘selamat tidur’ pada anak dengan menelepon ke rumah tempatnya menginap. Meski Anda tahu anak belum akan tidur pada jam Anda menelepon, itu tidak menjadi masalah. Intinya, Anda sudah memberikan ‘pengantar’ tidur pada anak melalui suara dan membuatnya sadar, bahwa meski tidak berada di sana, Anda akan selalu dekat dan mengawasinya. Jangan menelepon terlalu malam. Itu tidak sopan dan tentu akan mengganggu penghuni rumah.

Apakah Anda harus selalu mengizinkannya menginap di rumah teman bila anak menginginkannya? Tentu tidak. Lihatlah situasi. Bila ia masih harus ke sekolah atau bahkan akan menghadapi ujian keesokan harinya, Anda harus tegas menolak keinginannya menginap. Perhatikan juga kebiasaan tidur si kecil. Bila ia terbiasa tidur sambil berjalan atau mengorok berlebihan, maka lebih baik mengundang temannya yang datang menginap ke rumah Anda. Lebih aman dan nyaman mengawasi anak di rumah sendiri, bukan?

Apapun jawaban Anda nanti, Anda harus sudah saling mengenal orangtua temannya dengan baik terlebih dahulu. Cermati kebiasaannya mendidik anak. Pertimbangkan apakah orangtua ini akan cukup bertanggungjawab untuk ‘mengasuh’ dan mengawasi anak Anda selama 24 jam ke depan.

(Berbagai sumber)

SHARE