Tahu VS Tempe, Ada Apa Yah?

0
37

.Kedelai sering disebut sebagai makanan super karena kandungan phytoestrogen yang tinggi. Ini adalah zat yang khasiatnya mirip dengan estrogen dan mampu melindungi sistem saraf.

Namun, tim peneliti Loughborough University bekerjasama dengan tim peneliti Indonesia, melaporkan dalam studinya bahwa orang lanjut usia (lansia) yang banyak mengkonsumsi tahu atau produk kacang kedelai dapat meningkatkan resiko penurunan daya ingat.

Dalam studi ini, diteliti 719 subyek lansia yang tinggal di kota dan pedesaan kawasan Pulau Jawa. Koresponden berusia lebih dari 68 tahun, yang mengkonsumsi kedelai dalam jumlah tinggi, termasuk tahu.

Professor Eef Hogervorst yang memimpin studi ini mengatakan bahwa konsumsi kedelai mulai meningkat di negara Barat, dan seringkali dipromosikan sebagai “superfood”. Produk kacang kedelai kaya akan mikronutrien yaitu fitoestrogen, tetapi belum jelas benar apakah mempunyai efek terhadap proses penuaan otak.

Fitoestrogen mempunya efek neuroproteksi pada usia pertengahan. Namun pada usia lebih dari 65 tahun dapat meningkatkan resiko demensia dan penurunan fungsi daya ingat.

Sebaliknya, tim peneliti ini menemukan bahwa konsumsi tempe dapat meningkatkan daya ingat. Disebutkan bahwa efek bermanfaat tempe kemungkinan karena kadar folatnya yang tinggi, diketahui dapat menurunkan demensia.

Para peneliti mengingatkan bahwa efek tempe dan tahu ini terutama terlihat pada populasi Jawa, karena itu belum jelas adanya hubungan asupan kedelai dengan kelompok etnik atau rentang usia yang lain.

(berbagai sumber)

SHARE