Tidur dengan Binatang Peliharaan? Pikir Dulu Deh!

0
54

.Bermain-main dengan hewan peliharaan seperti anjing atau kucing memang menyenangkan. Tetapi bagaimana bila mengajak mereka bermain atau tidur bersama di tempat tidur?

Jika Anda ingin mengajak hewan peliharaan bermain dan tidur bersama di tempat tidur, sebaiknya dipikir terlibih dahulu. Karena menurut laporan yang diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases menyebutkan, hewan peliharaan yang tampaknya sehat pun dapat membawa parasit, bakteri atau virus, yang bisa menyebabkan penyakit ringan hingga berat dan membahayakan manusia.

Dari 250 penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, lebih dari 100 penyakit berasal dari hewan peliharaan, kata dokter hewan Dr. Bruno Chomel, penulis studi dan profesor zoonosis di University of California School of Veterinary Medicine di Davis. Walaupun penularan penyakit rendah dibandingkan dengan berapa banyak orang yang tidur dengan binatang peliharaan mereka, tapi Chomel mengatakan bahwa risiko itu tetap ada.

“Mengajak hewan peliharaan bermain dan tidur di tempat tidur bukanlah ide yang baik,” katanya.

Dalam satu kasus, seorang pria berusia 69 tahun, tidur bersama anjingnya. Dan pada suatu kesempatan anjingnya menjilat luka bekas operasi pinggul si majikan. Setelah itu pria tersebut terkena meningitis. Insiden lain melibatkan seorang anak 9 tahun yang mendapat wabah penyakit, infeksi bakteri berpotensi mematikan, dari kutu yang ditularkan saat tidur bersama kucingnya.

Infeksi lain yang ditularkan kepada manusia setelah tidur dengan kucing atau anjing mereka, yang berasal dari ciuman atau jilatan hewan peliharaan, meliputi penyakit cacing kait, cacing cincin, cacing bulat, penyakit akibat cakaran kucing dan infeksi staph yang kebal terhadap obat.

Orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah berisiko tinggi mendapatkan infeksi dari binatang. Mereka ini meliputi orangtua, anak-anak kurang dari 5 tahun, orang dengan HIV/AIDS dan penderita kanker.

Pemilik bisa tetap sehat dengan melatih kebiasaan menjaga kebersihan dengan baik, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air panas setelah menangani hewan peliharaan, terutama kucing atau anjing yang diare. Selain itu, segera cuci daerah atau tempat yang pernah dijilat oleh binatang peliharaan.

Untuk mencegah munculnya penyakit lebih dini, upayakan hewan peliharaan bebas dari kutu dan cacing, dan secara rutin memeriksakan mereka ke dokter hewan. Dan yang tak kalah penting adalah menghindari diri untuk tidak mencium kucing atau anjing dan berbagi tempat tidur dengan hewan peliharaan.

(berbagai sumber)

SHARE