Tikungan Mematikan Dalam Persahabatan

0
57

.Lebih baik diputuskan pacar dengan alasan ilfil (ilang feeling), daripada mendapati sahabat ‘menikung’ Anda demi merebut sang kekasih.

Sahabat atau bahkan saudara sendiri bisa saja menjadi orang yang merebut pasangan dari pelukan Anda. Konyol memang bila Anda berdua terpaksa saling menjauhkan diri hanya demi seseorang, yang bahkan belum tentu menjadi istri atau suami Anda kelak.

Akan tetapi, siapa yang tahan dikhianati? Rasa sakitnya menjadi berlipat. Dikhianati oleh dua pihak terdekat, yakni sahabat atau saudara dan kekasih sendiri. Silakan saja marah. Anda berhak, kok. Namun jangan sampai Anda marah, karena masih ingin mempertahankan pacar Anda tersebut.

Pacar yang telah berselingkuh dengan orang terdekat Anda tidaklah layak untuk dipertahankan, apapun alasannya. Silakan ungkapkan kekecewaan dan kemurkaan atas sebuah pengkhianatan. Katakan, bahwa Anda tidak masalah jika mereka berdua saling suka, tapi tidak dengan ‘bermain belakang’ dan membodohi Anda seperti itu.

Memang sudah terlambat, tapi tetap saja, tidak pernah ada kata terlambat, bukan? Selain marah, Anda juga berhak atas suatu penjelasan, ‘mengapa’. Bila sudah mendengarkan alasan dari masing-masing pihak, saatnya untuk menyendiri. Coret pasangan dari hidup Anda, kemudian menjauhlah sementara waktu dari sahabat. Bukan untuk memusuhinya atau menghentikan persahabatan dengannya, namun untuk menenangkan diri sendiri.

Seiring berjalannya waktu, Anda harus memaafkan mereka berdua. Tapi ingat, memaafkan bukan untuk kembali percaya begitu saja. Setelah siap, bertemanlah kembali dengan sahabat seperti sedia kala, namun kali ini dengan sikap yang jauh lebih waspada. Berikan batasan-batasan untuk sahabat dan pasangan baru Anda kelak dalam menjalin hubungan pertemanan. Bagaimana dengan mantan kekasih? Tidak perlu berteman dengannya pun tidak apa. Namun ada baiknya Anda tetap ramah ketika berpapasan dengannya. Tunjukkan bahwa Anda sudah dewasa.

(Berbagai sumber)

SHARE