Kitaro, Meraba Hingga Ke Relung Hati

0
148

.Kamis (7/04) malam bertempat di Plenary Hall JCC, Jakarta, Kitaro “meraba” emosi ratusan penonton dengan musiknya. Penonton pun “pasrah” menerima musik yang disuguhkan oleh musisi new age bernama asli Masanori Takahashi ini. Musik-musik yang disajikan pun mempunyai emosi yang berbeda. Kadang menghanyutkan dan dilain kesempatan menjadi bergemuruh dan bersemangat.

Tata lampu temaram menemani Kitaro ketika membuka dengan Sanctus-Waterphone-Guzheng. Sentuhan syntesizer yang membawa suasana nan mistis. Kitaro juga menghiasi dengan permainan sitar. Penonton pun terdiam menikmati momen tersebut. Di lagu Fire, Pan Flute (am/f), Kitaro memainkan gitar 12 senar masih dengan musik yang semakin lama semakin membahana.

Setelah lagu Wind and Wafe, Kitaro pun menyatakan rasa senangnya bisa tampil kembali di Indonesia setelah 15 tahun lamanya. Caravan Sary menjadi satu-satunya lagu dengan lirik yang dibawakan malam itu. Gemuruh menghiasi JCC ketika Kitaro memainkan taiko dan dan perangkat perkusi lainnya. Usia 58 tahun tidak menyurutkan semangatnya ketika menggebuk taiko.

Panggung dan JCC dihiasi oleh cahaya seperti bintang-bintang yang dihasilkan dari pantulan lampu ke disco ball ketika Free Flight dibawakan. Penonton pun dibawa menikmati dengan perasaan dan suasana lebih syahdu. Kitaro tampaknya mampu menyesuaikan mood lagu dengan tata cahaya yang bisa menggiring penonton untuk lebih merasakan “nyawa” dari lagu yang dibawakan.

Kitaro pun tak lupa membawakan karyanya yang membawanya memenangkan Golden Globe Award kategori Best Original Score pada tahun 1993. Gubahannya adalah sebuah original score berjudul sama dengan filmnya, yaitu Heaven & Earth, yang disutradarai oleh Oliver Stone. Di sini lagi-lagi Kitaro menunjukan kemampuannya sebagai musisi multiinstrumental dengan meniup oboe.

Matsuri yang pernah sangat populer di era 90-an ketika sebuah televisi swasta sering memutarkan klipnya menjadi lagu terakhir dibawakan. Kitaro pun silam. Tapi ternyata pertunjukan belum benar-benar berakhir. Kitaro kembali muncul. Encore. Kitaro pun mengucapkan terima kasih berkali-kali ke penonton atas rasa simpati besar dari Indonesia berkaitan dengan bencana yang dialami Jepang. “Mewakili masyarakat Jepang, saya mengucapkan terima kasih atas perhatian yang besar dari masyarakat Indonesia,” ucap Kitaro,”and I will bring my warm heart, warm heart from you.” Tak lupa menundukkan badannya sebagai tanda hormat. The Light of the Spirit yang dihiasi oleh permainan harmonika oleh Kitaro di awal lagu pun mengakhiri penampilannya malam itu.

Selesai pertunjukan, penonton pun menyerbu untuk membeli CD-CD Kitaro yang hasil penjualannya akan diberikan untuk amal. Selain itu, kembali sebagai tanda terima kasih, Kitaro memberikan kejutan memberikan tanda tangannya di setiap CD yang sudah dibeli. Ratusan orang pun antusias kemudian mengantri dengan tertib. Kitaro pun tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih dan membungkuk.  

(Ghiboo)

SHARE