Mempersiapkan Perlengkapan Bayi Sebelum Melahirkan Sah-Sah Saja

0
49

.Kata orang, sebelum benar-benar berhasil melahirkan bayi dengan selamat, seorang perempuan dan keluarganya tidak boleh membeli segala perlengkapan atau peralatan bayi. Pamali. Itu takhayul. Menggunakan logika, mempersiapkan segala sesuatu sebelum hari-H tiba sangatlah perlu. Begitu Anda melahirkan, jiwa raga akan terasa sangat letih. Anda hanya ingin pulang membawa anak ke rumah dan segera beristirahat sambil merawatnya di sana.

Hal tersebut tidak akan terjadi, bila Anda belum memiliki kamar bayi, boks bayi, dan sebagainya. Pikirkan bersama pasangan, hal apa yang dirasa perlu ketika memiliki bayi. Buatlah sebuah ruangan kosong menjadi kamar bayi. Sebaiknya, kamar bayi bersebelahan atau berseberangan dengan kamar tidur utama Anda dan pasangan. Dekat dengan si kecil akan membuat segalanya lebih mudah dan aman.

Isilah kamar tersebut dengan boks bayi, kabinet berisi perlengkapan bayi, dan aksesoris-aksesoris lainnya, seperti lampu warna-warni, dan lain-lain. Tidak perlu bingung mengecat kamar menjadi biru atau pink, karena Anda tidak berencana mengetahui jenis kelamin calon bayi melalui USG. Biarkan dinding menjadi putih. Netral dan tidak akan ‘salah’. Bila Anda bersikeras memilih suatu warna tertentu untuk kamar si kecil, itu pun tidak masalah. Seandainya anak Anda adalah seorang bayi laki-laki, ia pun tidak akan menyalahkan Anda bila kamarnya bernuansa pink. Toh, Anda bisa mengecat ulang kamar itu di kemudian hari.

Belilah pampers, bedak shampoo, handuk, sabun, pasta gigi, minyak, dan baju-baju bayi. Seandainya Anda mengalami suatu musibah hingga mengalami keguguran atau hal lain, jangan menyalahkan diri sendiri. Keselamatan hidup calon bayi bukan ditentukan oleh inisiatif Anda mempersiapkan perlengkapan bayi. Tidak ada relevansinya.

(Berbagai sumber)

SHARE