Kencan Efisien Saat Gila Kerja

0
55

.Merasa sulit menemukan waktu luang untuk berkencan, karena sibuk bekerja? Tenang saja. Sebagai orang yang menghargai waktu, maka Anda harus mengkalkulasi waktu yang Anda miliki untuk dapat membagi antara berkarir dan berkencan. A good time management.

Hitung dengan cermat, berapa waktu yang Anda butuhkan untuk berkencan dan menemui pasangan ‘serius’ selama seminggu? Berapa waktu yang dibutuhkan untuk meneleponnya, berapa lama Anda akan menemuinya saat berkencan, dan masih banyak lagi. Total, hal-hal tersebut akan memakan dua puluh jam seminggu, misalnya. Setelah itu, maka Anda harus bisa meluangkan waktu setidaknya 20 jam seminggu untuknya. Harus! Bila Anda menemukan orang yang tepat, hal ini tidak akan sulit dilakukan, kok!

Ubah cara pandang atau perspektif Anda. Bila selama ini yang Anda lihat hanyalah pekerjaan, maka mungkin Anda harus melihat kehidupan orang lain yang telah menikah. Teman-teman sekantor Anda yang telah berkeluarga sanggup pulang kantor maksimal jam enam sore. Kenapa Anda tidak bisa? Begitu pula dengan mereka yang telah memiliki anak. Sampai di rumah, mereka masih harus ‘bekerja’ mengurus anak. Multitasking antara bekerja dan melakukan hal lain. Bila orang lain sanggup melakukannya, Anda pun bisa. Percaya, deh!

Jadikan pasangan dan kehidupan cinta Anda sebagai prioritas. Anda sudah terlalu lama menomor satukan pekerjaan. Kini saatnya mengistimewakan relationship. Cukup adil, bukan? Coba pikir, Anda berencana memiliki anak. Ini berarti jam biologis Anda akan berdetak semakin keras. Anda punya batas umur untuk bisa memiliki anak, namun tidak untuk mengejar karir. Selama Anda masih punya kemampuan mumpuni, seberapa tuanya itu, Anda akan tetap dihargai oleh perusahaan. Tapi tubuh tidak akan mau berkompromi.

Jangan buang-buang waktu lagi. Ini artinya, bila Anda memang menginginkan hubungan yang serius, tidak usah ‘bermain api’ dengan mereka yang sudah bersuami atau beristri. Tidak perlu juga mendekati orang yang telah memilki pacar, yang juga sedang menjalin suatu komitmen serius. Bila keluarga Anda tidak menyetujui pernikahan beda agama, maka segera hentikan kemesraan dengan seseorang yang berbeda agama. Sama halnya, jangan mengharapkan keberlanjutan sesuatu bila Anda berpacaran dengan orang yang tidak suka anak-anak, sedang Anda menginginkan banyak anak. Bergeraklah seefisien mungkin. Get your real deal on time!

(Berbagai sumber)

SHARE