'Retroproblemo' NAIF

0
55

.”Ini album terberat. Nggak semudah album sebelumnya,” ungkap David NAIF. David bersama Pepeng, Emil dan Jarwo dalam NAIF memang baru saja merilis album terbarunya yang berjudul Planet Cinta. Sebelum album ini rilis, single pertama NAIF yang berjudul ‘Karena Kamu Cuma Satu’ sudah lama bisa didengarkan di radio. NAIF bercerita kepada Ghiboo bahwa album Planet Cinta merupakan album yang berat dan mereka sadar bahwa fanbase kuat mereka bisa kecewa.  

Menurut Emil, setelah album Planet Cinta jadi dirinya sempat merasa bahwa album ini belum siap untuk dilempar ke publik karena banyak lagunya yang terdengar ‘ajaib’. Setelah single pertama keluar, ternyata masyarakat meresponnya dengan positif. “Lama-lama kok feedback nya bagus dan ini nimbulin semangat kita lagi. Ternyata diterima kok lagu ini,” aku David.

Uniknya, single pertama NAIF di album ini merupakan lagu lama yang akhirnya masuk kedalam album. Kata Pepeng, lagu ini seharusnya masuk di album Televisi. “Sempet diminta sama Ario Wahab dan Bongky tapi akhirnya gw ambil lagi,” cerita Emil.

Single ‘Karena Kamu Cuma Satu’ memang terdengar yang paling memiliki benang merah dengan album NAIF sebelumnya dibanding lagu lainnya yang ada dalam album Planet Cinta. David bercerita, “Penggemar NAIF yang lama, yang mengikuti kita dari awal, banyak yang merasa kecewa dengan song list yang ada dialbum ini. Tapi awalnya aja sih kaya gitu”. David menambahkan, “Ini album emang nggak bisa ditelaah cuma sekali denger. Lo mesti kunyah, lo rasain dulu baru ngerti maksudnya”.

Setelah didengarkan, selain single pertama, seluruh lagu yang ada dalam album Planet Cinta memang terdengar berbeda dari biasanya. “Belakangan ketika kita menggunakan unsur ke-retro-an yang semakin sedikit, itu jadi problem,” ungkap Emil. Emil menambahkan, “Masyarakat itu nggak menyadari bahwa ke-retro-an itu adalah unsur yang dipakai sama NAIF. Ke-retro-an itu adalah salah satu unsur dalam musik kita. Disatu lagu misalnya, 80% unsur retro nya, kepake banget tapi dilagu lain cuma 5%”.

Sebenarnya, indikasi adanya ‘protes’ dari penggemar NAIF sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. “Waktu album Televisi (2007) keluar, fanbase bilang, ‘wah NAIF nggak retro lagi nih’,” aku Emil. “Padahal Kita nggak pernah ngeklaim diri kita, ‘kita adalah band Retro’,” tambah David. “Lagian seiring dengan umur NAIF yang sudah sekian tahun ini, kayanya sudah nggak penting mikirin image kaya gitu. Kita sudah semaunya aja,” ujar Pepeng.

NAIF juga menampik bahwa dengan album Planet Cinta ini, mereka berusaha untuk keluar dari citra yang selama ini melekat pada mereka. “Jujurnya NAIF disaat bikin album ini yah kaya gitu, itu yang keluar. Bukannya kita pengen buat yang beda,” ujar Jarwo. David menambahkan, “Kita nggak pernah memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang emang nggak kita pengen”.

Apapun lagu yang diciptakan oleh NAIF, album ini akan tetap dicari dan dimiliki oleh para penggemarnya. Bagi anda yang mungkin baru saja menyukai NAIF, jangan khawatir, Emil menjanjikan sesuatu bagi anda di album ini. “Ini album malah sebenarnya lebih mudah dimengerti sama yang awam,” ungkap Emil.

Cobalah untuk mencari album NAIF “Planet Cinta’ di toko kaset langganan anda. Walaupun agak tersendat pada awal pendistribusian, Planet Cinta akan memberikan deretan lagu cinta a la NAIF. Dari yang romantis hingga yang cuek. NAIF sempat dijuluki oleh Dhany Pete (manajer GIGI) sebagai band yang ‘kaya’ karena sering membuang ide. Seperti apa ide NAIF dalam album Planet Cinta, beli dan dengarkan sendiri.

(Ghiboo)

SHARE