Kate Middleton Sempat Alami Penindasan di Sekolah

0
59

.Tidak hanya anak biasa yang dapat dicemooh dan diganggu saat masih bersekolah. Seorang calon putri kerajaan Inggris pun mengalaminya. Siapa lagi kalau bukan Kate Middleton? Hal ini terungkap dengan munculnya BeatBullying.org sebagai salah satu dari 26 organisasi tempat para undangan bisa beramal dalam pernikahan Middleton dengan pangeran William.

Saat masih berumur 13, Kate bersekolah di Downe House, sebuah sekolah swasta khusus remaja putri di Cold Ash, Thatcham. Pada pertengahan tahun, keluarganya memindahkannya ke Marlborough College (April 1996).

Sean Smith, yang menulis buku berjudul ‘Kate’, menuliskan beberapa pengakuan teman-teman sang calon putri saat masih bersekolah di Downe House. Terungkap sudah, ternyata seorang Kate Middleton pun pernah mengalami fase sebagai itik buruk rupa sebelum akhirnya menjadi angsa yang cantik. Kate Middleton digambarkan sebagai anak yang pendiam, lembut, tidak berprasangka buruk, baik, tidak bergabung dengan suatu ‘geng’ layaknya remaja putri pada umumnya, kurus, dan pucat. Intinya, Middleton bukanlah gadis yang menarik dan menonjol.

Jessica Hay, mantan teman sekelas Middleton di Marlborough, menceritakan pada Daily Mail tentang penindasan yang dialami kekasih pangeran William itu sewaktu masih di Downe House. Katanya, “Dia membencinya, sangat membencinya. Anak-anak perempuan itu jahat sekali. Dia ‘dipilih’, karena dia sempurna (baca: memiliki kriteria anak cupu).”

Hay yang satu asrama dengan Middleton mengatakan, bahwa mereka berdua sering melakukan obrolan dari hati ke hati hingga tengah malam. Saat-saat itulah Middletn menceritakan tentang hal buruk di Downe House. “Ada sebuah grup berisi anak-anak perempuan yang memanggil namanya dan mencuri buku-buku dan barang-barang miliknya. Hal-hal kecil semacam itu,” lanjut Hay.

Mereka berpura-pura berteman dengannya, karena Middleton baik. Namun taktik licik segera dimulai. Ketika Middleton hendak duduk bersama di sebuah meja saat makan siang, seketika itu pula mereka serentak berdiri, meninggalkan Middleton seorang diri di meja itu, dan pergi ke meja lain beramai-ramai.

Mantan kepala sekolah Downe House, Susan Cameron, membenarkan bullying yang terjadi pada Kate Middleton. Meski demikian, dia mengatakan, bahwa Middleton tidak mengalami pelecehan secara serius. Segala kebencian dan godaan usil dari teman-teman sekelasnya itulah yang mungkin membuat dirinya tidak nyaman. “Sebut saja dia tidak bahagia dan tidak betah di Downe House.” Lebih lanjut diakui Cameron, bahwa gadis-gadis itu biasanya memang berkelompok dan mereka selalu mencari yang lebih lemah untuk ditindas.

Sederhana saja cara Middleton menghadapi siksaan dari teman-temannya saat itu. Dia diam seribu bahasa dan tidak mengatakan apapun. Ini juga disebutkan oleh sang mantan kepala sekolah. “Dalam kasus Kate, ia diam saja dan tidak berkata apa-apa.”

Sikap orangtua sangat berpengaruh di sini. Anda bisa diam saja – tidak menanyakan, dan tidak perduli tentang apa yang dialami anak di sekolah – atau bisa mengambil langkah seperti orangtua Middleton. Setiap hari, tanya bagaimana kegiatan dan perasaanya di sekolah. Bila ia mengalami tekanan, segera pindahkan ke sekolah yang lebih baik. Carikan tempat belajar yang sesuai dengan karakter buah hati. Semakin dia merasa nyaman dan betah di sana, kilau emasnya akan semakin terpoles. Sudah lihat, kan, bagaimana ‘bercahayanya’ Middleton setelah pindah sekolah ke Marlborough College?

(Berbagai sumber)

SHARE