Plug & Play Nan Edan

0
110

.EdanE edan! Suasana edan tersebut berhasil diciptakan oleh band EdanE pada acara Plug&Play yang diselenggarakan oleh Trax Magz. Edane Edan memang menjadi judul album terakhir yang pernah dirilis oleh Edane dan beberapa lagu dalam album tersebut sempat dibawakan oleh Edane di penghujung acara. Tapi sebelum EdanE tampil sebagai pemuncak acara, tampil juga beberapa band yang ikut memeriahkan Plug&Play edisi April (13/4).

Bertempat di Hard Rock Cafe Jakarta, Plug&Play dimulai dengan penampilan Pesta. Band yang mengaku terpengaruh musik dari Coldplay dan Keane ini membawakan tiga lagu sebagai perkenalan. Setelah terbawa dalam arus utama, Plug&Play menghadirkan sebuah band baru bernama Jude. Nuansa era 70an pun tercipta. Empat buah lagu yang termasuk dua lagu medley dibawakan oleh Jude. “Ini anak sekolah jam segini masih nonton konser musik padahal besok masuk, wah, perlu diberi tepuk tangan nih,” ungkap vokalis Jude untuk penonton berkaus ‘Killing Me Inside Street Team’ yang ramai menonton didepan panggung.

Harmonisasi alat musik dan vokal para personil Jude menghadirkan musik vintage yang manis. Tidak hanya musik yang manis, penampilan berikutnya di Plug&Play adalah seorang gadis dengan wajah yang memang benar manis. Penonton menyambut Intan Ayu diatas panggung. Aktris sinetron ini sebelumnya pernah tergabung dalam Hammers Gank. Tapi kali ini Intan tampil solo dibantu beberapa musisi panggung pendukung.

“Aku punya mimpi untuk suatu saat bisa bermain musik. Setelah mencoba selama bertahun-tahun, akhirnya jadi,” ungkap Intan ketika MC menanyakan tentang alasan dirinya membuat album. Intan saat itu juga tampil dengan memainkan harmonika dan membawakan tiga lagu yang salah satunya merupakan lagu dari Slank. Setelah Intan, Plug&Play edisi April makin memanas.

Killing Me Inside menjadi penampil keempat di Plug&Play malam itu. Mereka tampil tanpa Davi sang pemain drum dan mengundang dua musisi tambahan untuk melengkapi set akustik yang mereka suguhkan malam itu. Killing Me Inside sangat didukung Street Team yang loyal dan selalu hadir dimanapun mereka main. “Wah ni gue apal nih, dari Dering, Inbox, Dahsyat selalu dateng,” seru Onad kepada salah satu Street Team-nya. Malam itu mereka tampil membawakan empat lagu dan beberapa diantaranya lagu berjudul Forever dan Kamu yang ada di album self titled kedua mereka.

EdanE pun muncul sebagai penutup acara. Musik semakin keras dan malam semakin panas. Raungan distorsi gitar Eet Sjahranie menyapa pengunjung Hard Rock Cafe malam itu. EdanE yang tinggal menyisakan Eet Sjahranie (gitar) dan Fajar Satriatama (drum) ini membawa EdanE stage set dengan Ervin sebagai vokalis. “Ini bener-bener plug and play nih. Tinggal colok lalu kita main,” ungkap Eet sebelum main. Dua lagu dari album Edan mereka bawakan dan sebagai lagu terakhir, Kau Pikir Kau Lah Segalanya sukses membuat Plug&Play semakin bising.

“Selamat malam yang di sisi kanan. Selamat makan dan EdanE akan membuat makanan anda menjadi matang. Karena EdanE membuat yang mentah menjadi matang,” seru Ervin menyapa penonton Plug&Play. Saat hendak turun dari panggung, penggemar EdanE meminta satu lagu lagi untuk dimainkan dan EdanE pun mengabulkannya. Total enam lagu EdanE bawakan dan menjadi penutup yang sempurna untuk Plug&Play edisi April. Sampai berjumpa di Plug&Play edisi berikutnya.

(Ghiboo)

SHARE