Sastra Mempersatukan Kita

0
98

.Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin ini dimulai sebagai dokumentasi pribadi H.B. Jassin, sang tokoh sastra yang dijuluki sebagai Paus Sastra Indonesia. Jassin menggeluti pendokumentasian sastra ini dengan dana dan tenaga yang serba terbatas sejak ia mengembangkan minatnya akan dunia sastra dan pustaka pada tahun 1930-an, ketika usianya belum lagi 30 tahun. PDS H.B Jassin didirikan pada 28 Juni 1976 dan kini sudah mengkoleksi sekitar 50ribu dokumen sastra dalam bentuk buku-buku fiksi, non-fiksi, naskah drama, biografi dan foto-foto pengarang, kliping, makalah, skripsi, disertasi, rekaman suara, dan rekaman video.

Namun pusat dokumentasi itu terancam tutup karena kurangannya sokongan anggaran dari pemerintah. Hal itulah yang kemudian mendorong orang-orang yang peduli terhadap masa depan PDS H.B Jassin melakukan sebuah gerakan. Melalui media jaringan sosial Twitter, gerakan Koin Sastra pun bergulir dengan bentuk diadakannya Konser Koin Sastra di Bentara Budaya Jakarta pada Rabu (13/04) malam. “Sastra mempersatukan kita,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan HB Jassin, Ajip Rosidi. Malam itu seniman-seniman dari berbagai bidang seni pun berkumpul dan berapresiasi.

Garin Nugroho, Saras Dewi, Ayu Laksmi, Maya Hasan, Dewa Budjana, Dwiki Dharmawan, Ayu Laksmi, Djenar Maesa Ayu, Jose Rizal Manua dan Sujiwo Tedjo adalah beberapa nama diantara penggiat seni yang hadir dan tampil di panggung dengan karyanya. Keprihatinan dan kritikan disampaikan melalui puisi, lagu dan tari. “Sebenarnya acara ini harusnya ga ada dan juga kita harusnya tidak berada di sini,” sindir Piyu “PADI” seraya menambahkan harusnya ada instansi terkait yang cepat tanggap. Efek Rumah Kaca pun membawakan lagu “Jangan Bakar Buku” yang terinsipirasi dari kejadian nyata pembakaran buku di Indonesia dan berharap jangan sampai PDS H.B Jassin mati.

Konser Koin Sastra dengan Feby Febiola dan Suryo Laksono sebagai pembawa acara sampai dengan akhir acara berhasil mengumpulkan sumbangan lebih dari 50 juta. Garin Nugroho dalam orasi budayanya berkata,”hari ini dengan koin-koin ini kita jangan menghitung jumlah yang banyak, menghitunglah (dengan) nurani kita untuk memberi sesuatu.”

Dengan ini Ghiboo menyatakan turut serta dalam kepedulian terhadap kelangsungan PDS H.B Jassin. Serta dalam kesempatan ini segenap redaksi dan keluarga besar Ghiboo.com mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya wartawan lima zaman Rosihan Anwar serta musikolog dan komponis I Wayan Sadra.

(Ghiboo)

SHARE