Strategi Perang Melawan Teman-Teman Si Dia

0
61

.Mr. Perfect ternyata tidaklah sesempurna itu. Teman-temannya menurunkan banyak poin positif yang dimilikinya. Layaknya anak-anak ABG centil, mereka ‘mengatur’ pasangan. Menentukan dengan siapa dia seharusnya berkencan. Mereka pun bergosip! Apa yang harus Anda lakukan? Mundur teratur dan mencari kekasih baru atau mempertahankan hubungan? Seorang psikoterapis, Ellen Chute, memiliki jawabannya.

Obrolan Roaming

Begitu bertemu dengan teman-temannya, pasangan yang tadinya begitu menarik mulai kelihatan menyebalkan. Teman-temannya terus membuka topik ‘internal’ yang hanya dimengerti  oleh mereka sendiri dan pasangan, tentunya. Mereka tidak melibatkan Anda dalam perbincangan. Mereka mengeluarkan banyak jokes, tertawa, dan tidak perduli Anda menjadi lemas tak bergairah, karena mengalami musim panas lebih cepat. Meranggas garing!

Coba bicarakan hal ini pada pasangan. Bisa jadi dia tidak sadar bahwa dirinya telah ‘menelantarkan’ Anda. Pria banyak, lho, yang tidak sensitif! Setelah mengerti, dia akan sebisa mungkin tidak memilih topik internal untuk dibicarakan, bila Anda ikut berkumpul. Ia dan teman-temannya akan mulai membicarakan hal umum, seperti politik atau pemanasan global. Kalaupun terjadi pembicaraan internal, ia akan menerangkan kepada Anda, siapa si A, apa hubungannya dengan B, dan mengapa kejadian A terhadap B bisa menjadi sangat lucu. Hati-hati, bila setelah mengungkapkan perasaan tak nyaman tersebut, si dia cuma menjawab, “Kita memang begitu kalau sudah berkumpul.” Itu tidak bagus. Berarti dia memang tidak perduli bagaimana perasaan Anda. Lebih baik segera berpindah ke lain hati.

Don Mafioso

Menyebalkan sekali temannya itu! Dia bersikap seolah dirinya adalah seorang ketua geng, sok melindungi pasangan dengan mengatakan bahwa kehadiran diri Anda tidak akan bagus dalam hidup pasangan. Menurutnya Anda terlalu mengatur dan pasangan akan lebih baik tanpa Anda. Dia selalu mendoktrin pasangan dengan mengungkapkan hal-hal negatif tentang Anda. Menghadapi ini, tidak perlu panas hati. Jangan pernah mengatakan pada pasangan, “Sahabatmu itu jahat!” Bisa jadi dia justru akan memutuskan Anda. Coba pikir, mungkin dia hanya cemburu dan takut Anda akan merebut sahabatnya – pasangan Anda – darinya. Berbesar hatilah dan jalankan sebuah strategi. Dekati orang tersebut secara langsung. Bila membutuhkan sesuatu teleponlah sang teman. Buat dia merasa menjadi orang yang bisa diandalkan. Begitu pula sebaliknya. Segera bantu dirinya saat dia membutuhkan pertolongan. Dijamin dia akan berubah pikiran, meminta maaf pada Anda, dan ‘merestui’ hubungan Anda berdua.

Player

Tipe teman yang satu ini lebih parah lagi. Meski bersahabat dengan pasangan, ia jutsru main mata dengan Anda! Bila hanya sekali dua kali, biarkan saja. Toh, melihat perempuan menarik, lelaki akan berubah menjadi ibarat kucing, tidak bisa melihat ikan dibiarkan tersaji di meja begitu saja. Sambar gledek! Ya, begitu disambar oleh rayuannya dan Anda layani, semuanya akan menjadi runyam seperti terkena petir. Daripada meladeninya dengan balik flirting, segera katakan padanya, “Aku ini pacar sahabatmu sendiri dan sama sekali tidak berminat meladeni kegilaanmu.” Setelah itu, segeralah katakan hal tersebut pada pasangan. Jangan sampai pasangan mendengar versi yang berbeda dari sahabatnya, seperti, “Pacarmu menggoda aku, tuh! Masa dia telepon malam-malam dan minta aku ke apartemennya cuma buat periksa mesin mobilnya. Padahal, kan, dia bisa tunggu pagi dan telepon bengkel. Kenapa juga dia tidak menelepon pacarnya – kamu?”

JB Mania

JB di sini berarti Join Bareng. Ya, temannya adalah tipe orang yang suka tiba-tiba nimbrung. Ikut bergabung bersama Anda dan pasangan, ketika Anda berdua sedang asyik dan membutuhkan waktu berdua untuk berkencan. Katakan pada pasangan, bahwa Anda ingin melewatkan lebih banyak waktu dengannya dan hanya dengannya seorang diri. Dengan hati-hati, katakan bahwa saat berkencan, Anda tidak mau lagi temannya ikut dan ada di antara Anda berdua. Bila perkataan Anda tidak merubah keadaan, berpisah mungkin akan menjadi jalan keluar terbaik.

Ingat, sahabat adalah orang penting bagi pasangan, seperti Anda menganggap penting para sahabat Anda. Bersabarlah untuk bisa menerima teman-temannya yang menyebalkan. Bila pasangan mengerti ‘kebencian’ Anda pada temannya dan sebisa mungkin menjaga perasaan Anda, maka ia layak dipertahankan. Bila tidak, maka tidak perlu repot-repot berlapang dada. Adios namorado!

(Berbagai sumber)

SHARE