Belgia, Negeri Sejuta Menara

0
49

.Belgia, yang bertetangga dengan Perancis, Luxembourg, Jerman dan Belanda adalah sebuah negara di kawasan Eropa Barat yang mewarisi banyak sekali kemegahan abad pertengahan. Anda dapat melihat jejaknya dalam berbagai bentuk bangunan kastil dan mansion tua yang banyak tersebar di sepanjang perjalanan Anda.

Bangunan-bangunan ini merupakan penampakan dari kekayaan serta kekuasaan dari para pemiliknya yang didominasi oleh golongan bangsawan, saudagar kaya, dan kalau di era modern, para super star. Ada yang kondisinya masih tetap bagus dan menawan seolah baru dibangun sebulan, namun banyak juga yang berkondisi merana, terlantar dalam kesepiannya. Memang agak sulit kiranya untuk memahami mengapa sebuah bangunan yang luar biasa megah pada akhirnya berakhir merana tak berdaya. Namun jangan sembarangan. Hanya karena mereka merana, berantakan dan tidak berdaya bukan berarti bangunan-bangunan ini bisa di eksplorasi secara sembarangan. Tindakan penerobosan maupun kunjungan tanpa izin dan pemberitahuan bisa-bisa membawa Anda berakhir di meja persidangan.

Beruntunglah sekarang karena Dinas Pariwisata Belgia telah mengumumkan pembukaan tiga buah bangunan kastil tua sebagai tujuan wisata. Chateau Rochendaal di Sint-Truiden adalah bangunan yang pertama yang dibangun sekitar tahun 1881 oleh Jean Henri Paul Ulens untuk istrinya. Pada hari yang cerah dan indah, Anda dapat menikmati pesona detil Victoria, mural yang menggoda dan berbagai propaganda zaman NAZI yang mewarnai bangunan megah ini.

Yang kedua adalah chateau de Noisy di Celles, awalnya bernama chateau Mirinda, dibangun sekitar tahun 1866 sebagai rumah musim panas keluarga kerajaan. Memiliki beberapa fitur yang luar biasa untuk dijelajahi, namun Anda harus ekstra hati-hati. Sebuah menara jam setinggi 55 meter serta langit-langit yang luar biasa indah selalu menanti untuk dijelajahi, bersanding dengan lantai yang rusak dan tangga yang lapuk. Dangerously beautiful.

Castle of Mesen adalah bangunan ketiga sekaligus yang paling penuh warna hingga disebut sebagai bunglon arsitektur. Dibangun pada awal abad ke-17 untuk keluarga kerajaan, setelah dua ratus tahun mengalami proses penambahan dan renovasi, kastil ini dijual dan digunakan sebagai sebuah pabrik di abad ke-19. Pernah menjadi pabrik penyulingan alkohol, pernah menjadi pabrik gula, dan pernah juga menjadi pabrik pengolahan tembakau. Pada tahun 1897 bangunan ini dibeli dan berubah fungsi menjadi sebuah sekolah Katolik yang kemudian mengakhiri proses belajar mengajarnya pada tahun 1970an.

Dalam bentuknya yang berantakan dan tidak berdaya, ternyata bangunan chateau Rochendaal di Sint-Truiden, chateau de Noisy di Celles, dan Castle of Mesen di Lede masih mampu menampilkan sisa-sisa kecantikannya yang telah memikat lensa para fotografer dan jutaan kamera para wisatawan. Mungkin sekarang adalah saatnya bagi Anda untuk menikmatinya.

(Berbagai sumber)

SHARE