Chocolate Milkshake Bisa Bikin 'Nyandu'?

0
50

.Anda sedang menjalani program penurunan badan namun selalu tak tahan jika melihat milkshake coklat? Sebuah penelitian menunjukkan makanan tersebut memang membuat kecanduan sama halnya dengan obat-obatan terlarang. Bagian otak yang aktif saat melihat makanan sama seperti pecandu melihat kokain.

Penelitian ini menjelaskan mengapa beberapa orang sulit menjaga berat badan yang ideal dan mengapa produsen obat serta ahli kesehatan kesulitan menemukan perawatan yang bekerja bagi obesitas.

“Jika makanan tertentu adiktif, ini dapat menjelaskan pengalaman orang yang kesulitan dalam mencapai penurunan berat badan,” tulis Ashley Gearhardt dari Yale University di Connecticut dan rekan-rekannya dalam Archives of General Psychiatry.

Tim Gearhardt ingin melihat apa yang terjadi dalam otak ketika wanita muda tergiur dengan makanan yang lezat. Mereka menggunakan jenis pencitraan otak yang dikenal sebagai functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk mempelajari aktivitas otak pada 48 wanita muda yang ditawarkan milkshake coklat atau larutan dengan rasa hambar. Perempuan dalam penelitian ini berbadan kurus hingga gemuk.

Tim menemukan bahwa melihat milkshake memicu aktivitas otak di korteks cingulate anterior (ACC), korteks orbitofrontal medial (OFC), daerah otak yang telah terlibat dalam mendorong pecandu untuk menggunakan narkoba. Temuan ini mendukung teori bahwa konsumsi makanan kompulsif mungkin didorong sifat berharga dari makanan, tulis Gearhardt dan rekan.

Sementara orang yang kecanduan zat atau obat-obatan lebih cenderung bereaksi dengan perubahan fisik, psikologis, dan perilaku bila terkena zat. Para peneliti mencatat bahwa penelitian mereka memiliki beberapa keterbatasan. Oleh karena itu, para peneliti mengatakan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait temuan ini.

(Berbagai sumber)

SHARE