Lab Cinta Identifikasi Perceraian Hanya Dalam 3 Menit!

0
84

.Seperti apa bentuk lab cinta? Manusia duduk di kursi listrik dengan banyak kabel melilit di sekitar kepala? Tidak. Love Lab yang didirikan Dr. John Gottman di tahun 1986 awalnya merupakan lab untuk meneliti keluarga.

Lab ini menjadi tempat sang dokter untuk melakukan berbagai macam studi mengenai pernikahan, pasangan, pengasuhan anak, dan perkembangan anak. Metode dengan banyak pendekatan berbeda dilakukannya. Ini mengingat banyak manusia memiliki banyak pemikiran berbeda di kepala mereka masing-masing. Mereka pun bereaksi dengan cara yang berbeda-beda. Ia menanyakan apa yang mereka pikir dan rasakan melalui interview dan survei. Untuk mengidentifikasi cara tubuh mereka bereaksi, mereka memasangkan sensor dan monitor psikologikal di tubuh-tubuh tersebut. Sedang untuk memahami perilaku, ia menggunakan teknik observasi yang merekam suara dan tindakan. Dengan semua data tersebut, ia akan dapat melihat dengan jelas fungsi individual dari seseorang saat sedang berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain.

Dr. Gottman menyadari, interaksi keluarga dapat sangat dipengaruhi oleh tempat terjadinya interaksi tersebut. Tindakan yang diambil saat di rumah, sendirian, di depan umum, atau di depan orang-orang tertentu akan berbeda. Untuk itulah Gottman menggunakan teknik penelitian alami dan bersifat laboratorium secara bersamaan. Ia akan mengundang sebuah keluarga datang ke lab. Mereka akan mendiskusikan suatu hal penting dan ini interaksi mereka akan dimonitor dalam lingkungan lab yang terkendali. Saat lain, ia akan meneliti interaksi itu saat mereka sedang makan malam di rumah sendiri. Kekuatan dari dua metode ini disatukan dan muncullah ide mendirikan ‘Love Lab’, sebuah lingkungan penelitian bersifat semi-naturalis.

Lab cinta tersebut merupakan sebuah apartemen studio di Montlake Cut Seattle. Apartemen ini diciptakan agar senyaman dan semirip apartemen-apartemen lain pada umumnya. Bedanya, di setiap sudut langit-langit terdapat kamera untuk merekam tingkah laku anggota keluarga yang berkunjung ke sini. Selama menginap, mereka akan selalu direkam. Saat buang air kecil di toiletnya pun contoh urin akan diambil untuk mengetahui tingkat beragam hormon yang diukur dalam sehari. Mereka meminta keluarga tersebut untuk bersikap apa adanya seolah berada di rumah sendiri. Membeli bahan makanan, membawa bacaan, dan sebagainya.

Lebih dari 300 pasangan pernah menginap di lab cinta itu. Dr. Gottman dan para peneliti mengaku sanggup mengidentifikasi pasangan yang akan bercerai hanya dari mengawasi mereka selama tiga menit awal saat berdiskusi mengenai suatu hal. Hebat, ya? Berani diteliti Dr. Gottman?

(Berbagai sumber)

SHARE