Aishiteru Jepang!

0
90

.Hari Minggu (17/4) siang bertempat di Hard Rock Cafe Jakarta diadakanlah ‘Unite For Japan’. Konser amal ini diadakan oleh Komunitas Alumni Jepang di Indonesia (KAJI), Pulau Biru Production dan (Kepedulian Orang Indonesia) KOIN. Puluhan musisi mengajak para pengunjung Hard Rock Cafe Jakarta untuk peduli dan menyumbang untuk korban bencana di Jepang. Semua yang tampil disini tidak dibayar demi membantu para korban bencana.

Acara dimulai dengan penampilan Japanese Drum Performance, Taiko dan juga Yacko. Selanjutnya, lagu Bengawan Solo karya Gesang yang memang terkenal di Jepang, dibawakan dengan ‘jazzy’ oleh Sawaladang.

Thinkerbelle menjadi penampil berikutnya dan dilanjutkan oleh Drew. Dua band dengan suara perempuan sebagai vokalnya. Projecto tampil setelah mereka dan salah satunya membawakan lagu Love Song milik The Cure dengan aransemen 311.

Dua lagu dibawakan oleh Kazu yang memang asli Jepang. Pada lagu pertama Kazu membawakan lagu Aishiteru milik Zivilia. Lagu ini memang diciptakan di Jepang saat sang vokalis Zivilia bekerja disana. Pada lagu kedua, Kazu mengajak para penari a la Jepang untuk ikut tampil di depan panggung. Setelah Kazu, tampil Emil. Solois pendatang baru ini membawakan ulang satu lagu berjudul Sesaat Kau Hadir yang sempat dipopulerkan oleh Utha Likumahua.

Woyoo, Richard D’Gillis membawa nuansa reggae di Hard Rock Cafe Jakarta. Tiga lagu dibawakan Richard dimana salah satunya merupakan single kedua di debut albumnya yaitu Kulit Kacang. Pada penampilan ini Richard juga sempat menggendong anaknya yang berumur tiga tahun di atas panggung.

Respects tampil berikutnya dengan membawakan tiga lagu. ‘Adik’ dari Slank ini memainkan musik hard rock a la Stone Temple Pilots dengan vokalis baru. Setelah Respects, Black Star tampil berikutnya. Mereka membawakan empat lagu dan sempat membawakan lagu dari Radiohead. Blackstar juga memainkan lagu ‘Si Buta Si Tuli Si Bisu’ yang rencananya akan masuk di album kedua mereka.

Suara distorsi dari raungan gitar terus berlanjut dan kali ini pelakunya adalah Suri. Band dengan tiga orang personil ini memainkan dua lagu. Penampilan Suri dilanjutkan Alexa. Alexa yang tampil lengkap plus satu additional keyboardist memainkan dua  hitsnya. Alexa tampil dengan konsep semi akustik dan salah satu gitarisnya, Rizki, pernah tinggal di Jepang untuk beberapa waktu.

Selepas Alexa, panitia melelang beberapa  t-shirt yang sudah ditandatangani oleh Alexa, Slank dan God Bless. Hasil dari pelelangan ini juga akan disumbangkan untuk korban bencana.

Bobby Jones menjadi penampil berikutnya. Pemain drum band ini merupakan anak dari Ovy, gitaris /rif dan sempat tampil sebagai band pembuka untuk konser Stone Temple Pilots di Jakarta. Penampilan berikutnya datang dari Betterland. Dengan tujuh orang personil, mereka membawakan lagu dengan irama yang unik. Musik rock a la Jepang tapi dengan nuansa karibia dengan tambahan perkusi di setnya.

‘Harapan Itu Masih Ada’, itulah tulisan di poster yang muncul sebelum Eisa Okinawa. Mereka tampil lagi dengan Taiko, kesenian asal Jepang dengan tetabuhan ditangan mereka.

Belum selesai keriuhan dari Taiko, tampil DFS, sebuah band dari gang Potlot yang dilanjutkan oleh band baru, D’Stars. Setelah itu, Rocker Kasarunk tampil setelah mereka. Ada seorang mantan vokalis Element di Rocker Kasarunk dan di lagu ketiga mereka membawakan lagu Duka Kita Bersama yang didedikasikan kepada para korban bencana.

Melanie Subono dan Alditama menjadi MC berikutnya dalam acara ini. Mereka pun sukses melelang kaus yang sudah ditandatangani oleh Alexa (400rb), J-Rocks (300rb) dan Rocker Kasarung (400rb).

Anda suka Saint Seiya? J-Rocks membawakan lagu itu di penampilannya. Selain itu Iman, Wima, Sony dan Anton mengundang Kazu yang asli Jepang untuk berduet dilagu Kau Curi Lagi secara bilingual. Setelah itu J-Rocks mengundang Janu yang keturunan Jepang untuk berduet dilagu Meraih Mimpi.

Baron & Friends tampil berikutnya. Baron mengawalinya dengan instrumental lagu Nirvana – Smells Like Teen Spirit. Setelah itu mantan gitaris GIGI ini mengundang Fikar untuk bernyanyi dan mengakhirinya dengan aransemen instrumental lagi. Bahkan Baron sempat mengganti gitarnya ditengan-tengah lagu.

God Bless. Band rock legendaris ini ikut tampil pada acara amal di akhir pekan. Sebelum mereka main, sempat terlelang sebuah kaus Unite For Japan yang ditandatangani oleh God Bless dengan harga 750.000 rupiah.

Achmad Albar, Ian Antono, Abadi Soesman, Donny Fattah dan Yaya Moektio membawakan lagu juara mereka, Kehidupan, Rumah Kita dan Semut Hitam. Teriakan encore dari penonton menunda God Bless turun dari panggung. Dua lagu ballads mereka bawakan sebagai penutup. Syair Kehidupan dan Panggung Sandiwara sukses dibawakan dan dinyanyikan seluruh pengunjung Hard Rock Cafe Jakarta. Epic!

Penampilan berikutnya, makin hebat lagi. Kolaborasi super! Eet Sjahranie, Bengbeng PAS, Jelly Tobing dan Bowie Gugun Blues Shelter dalam sebuah momen langka. Mereka berempat memainkan dua lagu yaitu Smoke On The Water dari Deep Purple dan Hey Jude milik The Beatles. Superb!

Kokoro Notomo, anda pasti suka lagu Jepang yang ini. Jelly Tobing tetap berada diatas panggung mengiringi Kazu dan dua orang Jepang lainnya, Akimoto dan Yoshi, bernyanyi Kokoro Notomo. Intim seperti di dalam ruang karaoke, otentik Jepang.

Pemenang Battle of The Band dari Hard Rock Cafe Jakarta menjadi penampil berikutnya, Gugun Blues Shelter. Walaupun trio Gugun, Jono dan Bowie tampil membawakan dua lagu, aksi liar mereka cukup membuat jeans Jono melorot. Thank God he use boxer.

Sebelum band ini tampil, kaus bertandatangan mereka sukses dilelang dengan harga satu setengah juta rupiah. Pembelinya pun datang dari aktris Poppy Sovia. Dan penampilan mereka kali ini tidak disertai berkibarnya bendera. Sambut pahlawan dari Pulau Biru, Slank.

Slank membawakan lagu Jurus Tandur sebagai lagu pertama, selanjutnya, acara di’handle’ oleh penonton karena Slank melelang lagu yang akan mereka mainkan. Lagu Terlalu Manis di’beli’ oleh Gading Marten seharga satu juta rupiah. Lalu Poppy Sovia melelang lagu Mumpung Lagi Gampang juga dengan satu juta. Lagu Piss laku dengan harga 700 ribu dan Ku Tak Bisa dengan harga 600 ribu.

Ketika Slank ingin turun, satu orang penonton mampu membalikan Slank ke atas panggung dengan melelang lagu Balikin dengan harga 10 juta rupiah, edan!

Acara ini kembali bernostalgia dengan menampilkan GIGI. Band yang akan melakukan konser tunggal pada tanggal 26 Mei ini membawakan lagu Bye-Bye untuk lagu pertamanya. Seorang penonton ‘membeli’ lagu Terbang seharga satu setengah juta untuk disumbangkan dan dia pun ikut nyanyi diatas panggung. Setelah itu GIGI me-medley lagu Nirwana dan Janji, nostalgia.

The Flowers tampil disisa tenaga penonton yang hadir. Tiga lagu dibawakan oleh The Flowers dimana lagu terakhir, Kaka Slank untuk ikut bernyanyi di atas panggung. Sayang Tolong Bu Dokter tidak mereka bawakan. Penampilan The Flowers dilanjutkan oleh AIRS, All Indonesian Rock Stars.

Candil ex Seurieus, Yuke The Groove, John Paul Ivan ex Boomerang, Abdee Slank dan Sandy PAS tampil di atas panggung amal. Rocker Juga Manusia dari Seurieus dihadirkan pada lagu pertama dan Jengah dari PAS Band sebagai kedua. Sebagai lagu terakhir mereka membawakan Gadis Extravaganza milik Boomerang.

Sebenarnya masih ada beberapa musisi yang akan tampil. Walaupun ada juga beberapa diantara mereka yang membatalkan tampil karena waktu sudah melewati tengah malam. Tapi inti dari acara ini, penggalangan dana bagi korban bencana di Jepang sudah terpenuhi.

Hingga tengah malam, total dana sebesar 45.5 juta rupiah terkumpul dalam waktu satu hari. Semoga ini bisa memberikan harapan untuk mempercepat pemulihan Jepang. Ganbaru Jepang!

(Ghiboo)

SHARE