Fokus Belajar di Tengah 'Hiruk-Pikuk' Si Kecil

0
44

.Mengenyam pendidikan saat telah menjadi seorang ibu, memiliki tantangan tersendiri. Saat sedang berusaha belajar dan membaca buku kuliah, Anda juga harus mengawasi anak. Bagaimana bisa konsentrasi bila anak terus berteriak, menangis, dan berceloteh mencari perhatian?

Tempatkan diri Anda dan si kecil ke dalam suatu area yang nyaman untuk Anda berdua. Contoh, bila memilih belajar di ruang kerja di rumah, Anda tentu akan sangat nyaman dan dapat berkonsentrasi penuh membaca buku. Namun bisa dipastikan anak akan menjadi cepat jenuh. Anak yang bosan akan segera bertingkah dan mencari perhatian dari orangtuanya dan ini berarti dia akan mengganggu ketenangan Anda belajar. Sebaliknya, cobalah memikirkan suatu tempat agar si kecil bisa bermain dengan tenang di sana, sehingga kegiatan Anda pun tidak terganggu. Memilih ruang keluarga agar anak bisa menonton televisi dengan volume kecil, misalnya.

Carilah objek lain yang bisa dijadikan pengalih perhatian bagi si kecil. Berikan dia buku, televisi dengan program acara kartun kesukaannya, atau biarkan dia bermain dengan mainan favoritnya. Bila anak sibuk bermain, dia akan lupa untuk ‘mengganggu’ Anda. Buku mungkin akan menjadi benda yang paling tepat. Saat melihat Anda asyik membaca buku, anak akan iri dan segera meniru Anda untuk hanyut dalam buku gambarnya sendiri.

Persiapkan segala sesuatunya sebelum duduk diam di suatu tempat. Bila Anda haus dan memutuskan untuk beranjak mengambil segelas air minum, maka Anda tidak hanya akan menghentikan kegiatan belajar Anda, namun juga mengganggu konsentrasi si kecil dalam membaca buku gambarnya atau bermain dengan bonekanya. Ia akan menghentikan aktifitasnya dan segera mengikuti Anda mengambil air minum. Saat akan kembali belajar, Anda pun harus kembali membujuk buah hati agar mau kembali sibuk pada aktifitasnya sendiri dan tidak mengganggu Anda. Kembali pada titik awal. Merepotkan, bukan? Menghindari ini, lebih baik persiapkan segala makanan, cemilan, dan minuman ada dalam jangkauan tangan agar tidak menarik terlalu banyak perhatian dari buah hati.

Gangguan lain juga harus dijauhkan. Sebut saja bunyi-bunyian berisik. Matikan telepon selular Anda, mainan-mainan elektronik si kecil, dan masih banyak lagi. Terlalu banyak suara tidak akan menciptakan suasana kondusif untuk belajar.

Bila sudah bisa diajak berkomunikasi, katakan pada anak, Anda sekarang harus belajar dan dia belum boleh mengganggu. Janjikan waktu bermain istimewa bersamanya nanti, bila anak tidak mengganggu selama Anda belajar. Berjanjilah dan tepati! Jangan mencoba-coba mengingkari janji, karena ia tidak akan lagi membiarkan Anda belajar dengan tenang di lain waktu.

Meski berat dan banyak tantangan, belajar sekaligus mengasuh anak bukan suatu hal yang mustahil. Anda cuma harus berusaha dengan lebih gigih dan sabar. Semangat!

(Berbagai sumber)

SHARE