"Ibu – Yang Anaknya Diculik Itu" Dipersembahkan untuk Kartini

0
99

.Saat ini ‘pocket opera’ (meminjam istilah ‘pocket book’) cukup populer di dunia musik sastra. Pocket opera merupakan opera yang dimainkan oleh seminimal mungkin musikus dan penyelenggaraannya sangat praktis. Kelebihan opera pocket ini sangat mudah ditampilkan di gedung-gedung yang tidak perlu didesain secara megah.

“Ibu- Yang Anaknya Diculik Itu” merupakan sebuah pocket opera karya Ananda Sukarlan, yang diangkat dari cerpen karya Seno Gumira Ajidarma. Didukung pula oleh flutist, Elizabeth Ashford, pertunjukan yang diadakan di Auditorium Bank Indonesia ini, digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Untuk peran ibu, Ananda Sukarlan menunjuk soprano terkemuka Indonesia Aning Katamsi untuk memerankannya. Aning dituntut menyanyi dan berakting selama 30 menit, menceritakan tentang kesedihan dan kemarahan seorang ibu yang anaknya hilang diculik lebih dari 10 tahun lalu, secara monolog. “Ibu – Yang Anaknya Diculik Itu” merupakan cerita sambungan dari drama monolog “Mengapa Kau Culik Anak Kami” yang dipentaskan pertama kali pada tahun 2008 oleh Niniek L Kariem.

Sumber ceritanya sama, yakni cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma yang mengisahkan kepedihan seorang ibu yang anaknya hilang diculik di masa demonstrasi menjelang reformasi, dan tak pernah kembali. Rencananya prequel “Ibu – Yang Anaknya Diculik Itu” akan diselenggarakan Oktober mendatang. Kini Ananda tengah mencari penyanyi bariton untuk didaulat sebagai tokoh ayah.

Don’t miss it!

(Ghiboo)

SHARE