Naik Naik Ke Himalaya

0
39

.Tidaklah susah untuk merasakan kedamaian dan keterasingan di Bhutan. Sebuah daratan kecil berbentuk kerajaan yang terkurung di kawasan Asia Selatan dan berbatasan dengan India, Republik Rakyat Cina, Nepal dan pegunungan Himalaya ini baik alam maupun kehidupannya masih begitu kental terasa sisi tradisionalnya. Menginjakkan kaki di tanah ini seolah-olah seperti menumpang mesin waktu dan kembali ke masa lalu.

Apalagi melihat kenyataan bahwa Bhutan baru membuka diri pada dunia luar sekitar tahun 1970’an dan itupun dengan pengaturan yang luar biasa ketatnya. Meskipun sadar akan potensi wisata yang dimilikinya, namun negeri ini tidak jadi gelap hati dan mengumbar diri untuk dieksplorasi. Hanya menerima beberapa ribu pengunjung saja per tahunnya, membekali kaum pria dengan pakaian tradisional multi warna, dan sangat teguh menjaga warisan budaya Budha, sepertinya Bhutan tahu benar bagaimana cara menjaga diri di tengah kerasnya riak globalisasi.

Ketika menjelajah kawasan Bhutan, mungkin Anda akan berpikir bahwa tanah ini seolah-olah tak pernah tersentuh perkembangan zaman. Semuanya masih alami, semuanya masih asli, dan semuanya sangat menawan hati. Kuil Taktshang Goemba, yang erat menempel di salah satu sisi tebing setinggi 3.000 meter di atas lembah Paro dan terkenal dengan sebutan Tiger’s Nest, masih tampak mempesona walau usianya sudah jauh dari muda. Yak dan Takins masih banyak berkeliaran, meskipun sedikit pemalu jika bertemu dengan wisatawan. Dan festival-festival tradisional yang melibatkan tarian rumit, baju adat dalam warna yang cemerlang, serta nyanyian tradisional masih dengan takzim digelar tiap tahunnya, dan selalu berhasil mendatangkan wisatawan serta petualang dari dunia luar.

Salah satu pendatang paling mempesona di tanah tradisional Bhutan adalah Paro Amankora, salah satu persinggahan mewah milik Aman resort yang berlokasi di lembah Paro. Di sini Anda akan disambut oleh kamar-kamar bergaya modern-chic Jepang yang hangat dan nyaman dengan perapian kayu serta dekorasi berupa panorama indah pegunungan Bhutan. Ketika selera kulinari Anda mulai haus akan perhatian, muffin wortel serta burger Yak dengan keju Gouda yang disajikan di perpustakaan tentu akan menjadi sebuah pengalaman kulinari yang berkesan.

Tak banyak hal yang harus Anda siapkan untuk menjadi turis di salah satu kawasan wisata dengan kontrol ekstra tinggi ini. Selain menyiapkan fisik dan daya tahan, beberapa lembar pakaian yang sopan (termasuk celana panjang dan sepatu hiking yang nyaman), kamera, uang tunai (ATM hampir tidak ada dan kartu kredit umumnya tidak diterima), dan daya tahan serta kesehatan, Anda hanya perlu membawa hati Anda untuk menikmati berbagai keindahan warna serta kesederhanaan hidup a la Bhutan. Selamat menikmati negeri ini…

(Berbagai sumber)

SHARE