Peringati Hari Kartini, PUN Galang Dana Untuk Pejuang Perempuan Indonesia

0
54

.Jakarta – Senin, 18 April 2011 kemarin, Perempuan Untuk Negeri (PUN) memperingati hari Kartini lebih awal di hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan dengan menggalang dana bagi para pejuang perempuan Indonesia – termasuk Jugun Ianfu – dengan tajuk ‘Wanita dan Kekinian’. Jugun Ianfu turut disebut sebagai pejuang, karena mereka bukanlah ‘pelacur’. Jugun Ianfu merupakan korban, perempuan-perempuan yang dipaksa menjadi budak seks oleh tentara Jepang pada masa penjajahan.

Acara yang berasal dari-oleh-dan untuk perempuan tersebut dikemas dalam bentuk seni, budaya, tambahan wawasan, dan hiburan. “Kami ingin melanjutkan cita-cita R.A. Kartini. Berbagi kepada kaum wanita tidak hanya berbagi materi, pendidikan, kasih sayang, pengalaman, dan dukungan juga akan kami berikan kepada wanita Indonesia, karena itulah acara malam ini ada juga talkshow dengan tema Inspiring Women dan true story dari veteran dan Jugun Ianfu,” jelas Yanti Airlangga selaku ketua umum PUN mengenai acara kemarin.

Megahnya acara ini dibuktikan dengan kehadiran ibu-ibu ikatan istri pejabat BUMN, ikatan istri DPR RI, fashionista, sosialita, profesional muda, selebritis, dan masih banyak lagi. Rapi berbusana kebaya, mereka mengikuti lelang tertutup untuk menggalang dana. Lelang tersebut di antaranya memperebutkan TV Toshiba LED seri 46 WA dengan harga dimulai dari Rp. 20 juta, sebuah lukisan dengan nilai awal Rp. 15 juta, baju rancangan desainer Ronald V. Gaghana, dan masih banyak lagi.

Rafika Duri menjadi artis pertama yang menghibur para undangan. Penyanyi awet cantik era 70-an tersebut membawakan lagu ‘Symphony yang Indah’. Tidak hanya cantik dan berbalut kebaya merah, suaranya pun masih merdu dan empuk di telinga. Penampilan Rafika Duri segera disambut oleh seorang maestro Idris Sardi. Jadilah mereka berduet. Idris Sardi mengiringi Rafika Duri menyanyikan ‘Bunda’ dan ‘Dealova’.

Idris Sardi kemudian menguasai panggung seorang diri, menghadiahkan sayatan senar mautnya dengan memainkan beberapa lagu secara instrumental, seperti Widuri, Ben, Menghitung Hari, dan masih banyak lagi. Ia melontarkan sebuah pesan sebelum turun dari panggung. Idris Sardi menolak dijuluki ‘maestro’. Ia lebih merasa nyaman dipanggil ‘mas’, meski kepiawaiannya bermusik tak diragukan lagi dan dirinya sudah sangat senior.

Selain Rafika Duri, penyanyi tempo dulu (era 80-an), Iriyanti Erningpradja juga turut tampil memeriahkan. Ia menghanyutkan para perempuan di ruangan ballroom tersebut dalam nostalgia alunan single lawas Ada Kamu dan Mengapa Kau Tinggalkan Aku.

Reza Artamefia juga menjadi salah satu artis penghibur di sana. Suara khasnya yang berat dan serak-serak basah masih sanggup dikenali. Sayang, nafasnya tak sekuat dan sepanjang dulu. Meski demikian, Reza tetap dapat menceriakan suasana dengan Aku Wanita dan Cinta ‘kan Membawamu Kembali.

Sebagai kaum adam yang jarang dijumpai pada malam itu, Andre Hehanusa dan Hedi Yunus cukup menjadi pujaan. Single-nya yang bertajuk Karena Kutahu Engkau Begitu tetap dihandalkan oleh Andre. Hedi pun tak kalah pamor. Menuju penghujung acara, semangat para anggota dan pengurus PUN sepertinya justru meningkat. Mereka berdiri, berdansa, dan naik ke atas panggung, bersama-sama ikut menyanyikan Prahara Cinta dengan sang penyanyi bujang tersebut. “Aku Malu! Aku Malu!” begitu lirik yang spontan diucapkan saat microfon diarahkan ke mereka.

Acara yang dikemas sangat perempuan tersebut tidak hanya memberikan hiburan, namun juga menghadirkan wawasan, ruang berkreasi dan berkarya bagi para perempuan. Sebuah talkshow ringan dan singkat berjalan mengangkat tema Inspiring Women. Talkshow ini menghadirkan dua profil perempuan yang dapat disebut sebagai ‘Kartini kini’, yakni Tini R. Sardadi dan Amalia Wirdjono. Mereka berbagi kiat kesuksesan berbisnis dan berumah tangga secara bersamaan.

Para fashionsita turut senang dengan adanya fashion show pada acara tersebut. Oscar Lawalata, Adesagi Kierana, Ghea Panggabean, Ronald V. Gaghana, Choosylatu, Priyo Oktaviano, Tuti Cholid, Lenny Agustin, Obin, dan Roberto T. turut serta di sana. Beberapa selebritis Indonesia terlihat melenggang di runway. Sebut saja Donita dan Indi Barens, yang sukses mengundang tawa para undangan dengan tingkah lucunya. Selain itu, terdapat pula kompetisi menghias meja makan (table setting). Kompetisi ini dimenangkan pula oleh seorang perempuan, yakni seorang desainer bernama Ghea, yang memberikan sentuhan ‘Palembang’ pada meja tersebut dengan apik.

PUN dan para perempuan yang hadir malam itu membuktikan, bahwa semangat R.A. Kartini belum mati dan justru semakin menggebu. Perempuan masa kini adalah perempuan yang kuat dan sukses. Selamat hari Kartini!

(Ghiboo)

SHARE