Promina Perhatikan Perkembangan Keterampilan Oromotor Anak

0
96

.Jakarta – Hari ini (19/4/2011) Promina mengadakan briefing mengenai Stimulasi Dini untuk Perkembangan Keterampilan Oromotor. Hadir sebagai pembicara adalah Dr.  Damayanti R. Sjarif, Dr. Sp. A(K).

Menurut data dari WHO pada tahun 2003, sebanyak 60 persen kematian balita disebabkan oleh kekurangan gizi, sedang dua per tiganya dikarenakan praktek pemberian makan yang salah, entah itu pemberian ASI yang kurang optimal, rendahnya kualitas dan kuantitas MPASI, dan tidak tepatnya waktu pemberian makan (selain ASI) terhadap bayi (terlalu dini atau terlambat), serta makanan yang tidak steril atau tidak higienis.

Jangan anggap remeh kegiatan makan si kecil. Makan merupakan kegiatan kompleks yang melibatkan faktor fisik, psikologis, dan lingkungan. Semua ini butuh proses pembelajaran secara bertahap. Contoh, biasakan memberi waktu makan pada anak maksimal hanya 30 menit, selesai tidak selesai. Berikan jarak makan secara reguler antara makan sekarang dengan nanti. Misal, jalankan makan setiap dua jam setiap hari.

Apa itu Oromotor Skill?

Oral motor atau kemampuan oromotor adalah kemampuan anak untuk menggunakan sistem gerak otot dari rongga mulut, seperti rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir, pipi. Semakin kuat dan koordinatif bagian-bagian ini, maka akan menjadi pondasi yang kuat untuk aktifitas makan menghisap, menelan, menggigit, mengunyah. Untuk menghasilkan perkembangan oromotor yang sesuai usia, anak memerlukan rangsangan yang tepat. Anak belajar mengenai umpan balik sensoris berdasarkan faktor-faktor dari makanan, yakni tekstur, suhu, warna, ukuran, dan rasa.

Berikut adalah tahap perkembangan keterampilan makan anak:

0-4 minggu
Melakukan refleks rooting, refleks hisap-telan, menggerakkan rahang ke atas-bawah.

16-18 minggu
Muncul refleks menjulurkan lidah, melakukan pola hisa-telan matang (makanan semi padat).

24-28 minggu
Refleks muntah berkurang, bibir mengatup sekitar sendok, melakukan gerakan menggigit ritmis, menggerakkan lidah ke atas-bawah, dan dapat duduk tegak tanpa bantuan.

36-52 minggu
Terdapatnya lateralisasi lidah dan gerakan mengunyah berputar. Andak dapat mengatupkan bibir (minum dari gelas) dan duduk tegak tanpa bantuan.

Periode Kritis

Sebagai orangtua, Anda harus memahami ‘periode kritis’ pada si kecil untuk bisa membantunya mendapatkan keterampilan makan yang optimal. Fase kritis pertama terjadi saat dirinya berusia enam bulan. Anak akan kekurangan energi karena sudah akan banyak beraktifitas. Untuk itu, ASI saja tidak cukup. Ia kini juga membutuhkan MPASI. Saat baru lahir ia hanya akan mampu menghisap puting saat lapar. Menginjak usia 4-6 bulan, refleksi menghisapnya semakin matang. Refleks menjulurkan lidahnya menghilang dan ini berarti dia siap untuk mengonsumsi makanan semi padat. Dia sudah bisa duduk dan kedua tangannya mampu menggenggam benda dan memasukkannya ke mulut. Ini saat yang tepat untuk merangsangnya dengan bubur halus.

Fase kritis kedua dimulai pada usia 7-9 bulan. Anak sudah bisa mengendalikan tubuh dan duduk sendiri. Berikan dia makanan semi padat yang lebih bertekstur (lebih kasar) dan memerlukan keterampilan mengunyah. Bertambah usia menjadi 9-12 bulan, ia akan mampu mengunyah dengan sempurna. Kemampuannya memagang benda dengan jari pun semakin baik.

Perlu Anda ingat, pada saat dia sudah berusia satu tahun, si kecil sudah bisa dan harus diberi makanan keluarga. Biarkan dia menikmati menu makan yang sama dengan seluruh anggota keluarga. Tubuhnya sudah siap, tentu dengan memperhatikan kecenderungan alergi.

Krisanti Caroline, selaku Brand Manager Promina, Indofood, mengatakan, “Promina perduli akan oromotor skill pada anak. Itu sebabnya produk-produk Promina dilengkapi dengan nutrisi dan hadir dalam tekstur yang tepat sesuai usia per tahap.”

MPASI harus diberikan tepat waktu. Bila terlambat, anak akan mengalami gagal tumbuh, defisiensi zat besi, dan gangguan tumbuh-kembang lainnya. Sementara itu, terlalu dini dapat menyebabkan diare, dehidrasi, menurunnya produksi ASI, sensitisasi alergi, dan masih banyak lagi dampak negatif lain. Selain itu, agar waktunya tepat, Anda juga harus memperhatikan kematangan oromotor (usia 4-6 bulan), kematangan saluran cerna pada umur enam bulan, dan kematangan sistem imun di usia enam bulan.

Jangan sembarangan memberikan makanan pada anak. Perhatikan usianya dan berikan konsumsi pangan yang tepat untuk memaksimalkan perkembangan oromotornya.

(Ghiboo)

SHARE