Anak Laki-Laki Tidaklah Sekuat Itu!

0
64

.Tanpa sadar, perlakuan Anda terhadap anak perempuan dan laki-laki Anda berbeda. Terperangkap dalam pola pikir budaya masyarakat, yang menganggap anak laki-laki ‘seharusnya’ kuat dan tegar, Anda pun tidak sering bersikap lemah lembut kepadanya. Berbeda dengan perlakuan Anda kepada sang anak perempuan, yang ‘katanya’ lebih rapuh dan harus lebih dilindungi.

Dalam sebuah buku mengenai cara membesarkan anak laki-laki karya Steve Biddulph, sang penulis sekaligus seorang terapis keluarga ini menuliskan, “Orang dewasa cenderung memperlakukan anak laki-laki dengan lebih kasar. Banyak studi telah menunjukkan bahwa orangtua lebih banyak memeluk anak perempuan, bahkan pada saat mereka baru lahir.”

Studi kerjasama yang dilakukan Australia dan Amerika terhadap 4.000 siswa laki-laki berusia 12-16 tahun bulan lalu menyatakan, bahwa lebih dari 17 persen anak-anak daerah Victoria terlibat dalam aksi kekerasan serius, yang memerlukan perawatan medis.

Ini tidak baik. Menurut penasihat pengasuhan anak dan psikolog klinik Amerika, Dr. Laura Markham, efek yang dihasilkan akan membuat buruk dan gagalnya perkembangan kepercayaan diri pada sang anak. “Anak laki-laki perlu dibantu mengembangkan sisi kelembutan dan kerapuhannya. Ini merupakan bagian dari hubungan kemanusiaan,” jelasnya.

Bahkan, studi lain dari hampir sebanyak 48 ribu anak muda menggambarkan, bahwa masalah-masalah utama anak laki-laki berusia 11-14 tahun meliputi aksi bunuh diri, konflik keluarga, bagaimana mengatasi penindasan (bullying), penyerangan emosi, stres, dan depresi.

Meski demikian, anak-anak tersebut selalu menutupi sisi lembut mereka. Mereka hanya dapat menjalani masa remaja mereka dengan bersikap stay cool, acuh tak acuh, dan masa bodoh dengan teman-temannya. Pandangan masyarakatlah yang mengekang mereka. Pandangan yang keliru bisa dirubah. Anda adalah bagian dari masyarakat. Mulailah dari diri dan keluarga Anda sendiri. Anak laki-laki juga butuh disayang, diusap, dan dibelai dengan lembut, sesering yang Anda terapkan pada adik atau kakak perempuannya.

(Berbagai sumber)

SHARE