Bayi Tua Membutuhkan Anda!

0
51

.Bersanding dengan seorang pria sama saja dengan mengasuh seorang bayi. Masih jauh lebih mudah mengurus bayi dibanding laki-laki. Kaum yang satu ini merasa sudah dewasa, namun Anda masih saja harus memberitahu terlebih dulu apa yang harus dia lakukan – untuk kebaikannya sendiri – sebelum dia benar-benar mengerjakannya.

Makan teratur, misalnya. Seperti anak kecil, bila pasangan sudah asyik berkutat dengan hobi atau pekerjaannya, ia akan melupakan sepiring nasi yang baru saja diambilnya. Makanan tersebut diletakkannya begitu saja di atas meja. Tak tersentuh, meski ia belum makan seharian.

Peringatan sayang dan omelan Anda tak berpengaruh padanya, hingga Anda menjejalkan sesendok nasi dan menyuapinya. Pada saat itulah dia baru benar-benar makan. Pria cenderung manja dan ingin dilayani pasangannya. Mereka mengerti kebutuhannya, namun tidak mau melakukannya, hingga Anda yang datang memberikan hal tersebut padanya. Menggemaskan atau merepotkan?

Selain masalah makan, pria juga merupakan makhluk yang terlihat tidak perduli dengan kesehatannya. Men’s Health menyatakan bahwa dalam sebuah survei, sebanyak 45 persen laki-laki berusia 18 dan 50 tahun tidak memiliki dokter pribadi utama. Sementara itu 40 persen pria berusia 40-an tidak pernah melakukan pemeriksaan kolesterol.

Dikatakan oleh dokter dari Sekolah Kedokteran North Carolina, T.E. Holt, M.D., Ph.D., “Pria adalah bayi. Mereka terkenal menghindari dokter, khususnya saat berumur antara 20 dan 40. Ini tahun-tahun yang sama saat laki-laki mengalami kematian dua kali lebih banyak dibanding perempuan.”

Sederhana saja, para lelaki tersebut takut mengetahui hasil tes medis yang buruk. Kini terbukti, di balik tubuhnya yang tinggi, tegap, dan besar, terdapat kerapuhan pada jiwa dan hati pria. Manja dan penakut.

Pantas saja, mereka selalu kelimpungan dan berantakan, bila ditinggalkan oleh Anda. Who needs who, now?

(Berbagai sumber)

SHARE