Olivia Palermo, The Drop Dead Gorgeous Lady

0
52

.Ketika awal kemunculannya di layar kaca, semua setuju bahwa Olivia Palermo memiliki wajah yang sedikit mirip dengan Leighton Meester. Namun seiring waktu berlari, kepiawaian Olivia mengatur perannya sebagai sosialita, aktris dan model di Amerika, membuatnya tak lagi dibanding-bandingkan dengan siapapun juga. Gadis 25 tahun ini sungguh tampak manis dengan segala eleganitas dan caranya sendiri, bahkan dapat dikatakan seperti Helen of Troy versi terkini.

Setelah membintangi reality show The City tahun 2008, karirnya di dunia hiburan menanjak naik, meski sebelumnya ia telah dikenal sebagai seorang tokoh yang aktif dalam berbagai kegiatan pembangunan real estate dan organisasi sosial seperti New Yorkers For Children dan Operation Smile. Kehadirannya di televisi tersebut tampaknya cukup menghipnotis banyak orang, maka tak heran jika pasca itu Olivia menandatangani kontrak untuk Wilhelmina Models dan wajahnya langsung tersebar untuk kampanye fashion seperti Tibi, Hogan dan Mango.

Ia juga tampil di London Fashion Week, berbagai majalah populer seperti Tatler, serta merilis label jewellery bersama Roberta Freyman. Posturnya yang tinggi dan ramping, wajah khas Italia yang tanpa cela dan gayanya yang begitu modern dan lady-like, memang merupakan komposisi pas untuk terus berkembang di jagat hiburan yang tegas dengan segala persaingannya.

Goresan upaya terbarunya adalah dengan tampil dalam halaman editorial untuk Stylecaster. Olivia tampil menakjubkan dengan rambut baru yang dipangkas sebahu dengan poni flirty yang menyertai. Berlatar di Limelight, entertainment spot terbesar di Nashville, Olivia menjadi bintang dalam dunia yang sarat akan atmosfer bohemian, Maroko dan 1970-an.

Perpaduan hebat ini ditunjukan dengan kostum-kostum mewah seperti printed dress fur jacket, pleated maxi skirt, vintage leather jacket, jumpsuit dan crochet dress. Aksesoris yang covetable seperti bangles dan statement rings berkilauan muncul diantaranya, berkolaborasi dengan sudut-sudut ruangan dan properti artistik seperti gitar, retro microfon, bantal berukir dan sisha. Dengan smokey eyeshadow, nude lipstick, tulang pipi tinggi dan ekspresi yang sempurna, Olivia beraksi dihadapan lensa fotografer Seiji Fujimori.

Ia bercerita banyak bahwa timeless classic dengan sentuhan modern edge adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan gaya personalnya. Belakangan ini ia banyak memenuhi lemarinya dengan Diane Von Furstenberg, Giambattista Valli dan Marchesa, namun tipsnya agar selalu tampil mengagumkan hanyalah pintar bereksplorasi dengan aksesoris. Tak seperti banyak gadis lain yang takut memakai gaun yang sama berkali-kali, Olivia mengaku tak malu memadukan pakaian-pakaian lama karena baginya sebuah gaya adalah tentang kenyamanan, kreativitas dan imajinasi.

Meski mengaku mengagumi bintang lawas Hollywood seperti Grace Kelly, Audrey Hepburn, Carey Grant dan Humphrey Bogart, ternyata Olivia juga menyukai olahraga dan musik RnB, sesuatu yang tampak mengejutkan dari tampilannya yang feminin. Apa yang ia harapkan di masa selanjutnya? Ternyata sederhana saja: menghabiskan waktu yang lebih berkualitas bersama kekasihnya, Johannes Huebl dan anjingnya, Butler. Ia juga ingin dirinya mencapai aktualisasi dalam dunia desain, akting dan modeling.

Kabar baik bagi anda karena wajahnya yang super-cantik akan mengiringi kreasinya dalam berbagai koleksi pakaian dan perhiasan yang pasti anda kagumi. She’s absolutely a stunner.

(Berbagai sumber)

SHARE