Semangat KAA Dalam Asia-Africa Film Festival

0
47

.Bagi pecinta film, sepertinya anda harus meluangkan waktu untuk datang ke Asia-Africa Film Festival (AAFF). Festival ini lebih dari sekedar festival film biasa. Asia-Africa Film Festival (AAFF) adalah festival film tahunan bertaraf internasional dan memiliki beragam program kompetisi seperti Window of AsiAfrica, Special Screening, Panorama, Retrospeksi, workshop animasi tahap dasar dan fringe section berupa deklarasi dan manifesto pembentukan Kaukus Perempuan Kreator.

Tahun ini adalah penyelenggaraan kedua diadakannya AAFF. Festival ini diadakan oleh Lembaga Sinema Asia-Afrika. Melalui lembaga ini, AAFF sedang memposisikan dirinya sebagai rujukan sinema Asia-Afrika yang menghadirkan keragaman budaya, sudut pandang sekaligus kealamiahan yang menggambarkan atmosfir sosial kontemporer di negara-negara Asia-Afrika. Juga, pada saat bersamaan sebagai rujukan perkembangan bahasa visual dan pengisahan khas Asia-Afrika.

Sejumlah film karya anak bangsa yang mengusung semangat Asia-Afrika akan ditampilkan di AAFF, seperti Dunia Sempit, Belkibolang, Metamorfoblus, Jakarta Maghrib, Kantata Takwa dan Langitku Rumahku. Sedangkan retrospeksi tahun ini adalah film-film karya D. Djayakusuma. Dari tangan dingin D. Djayakusuma lahir sutradara-sutradara handal Indonesia yang kita kenal sekarang ini seperti Nan T. Achnas dan Garin Nugroho.

Tema AAFF tahun ini diambil dari Amsal Afrika yang berbunyi “Until Lions tells their tale, the story of the hunt will always glorify the hunter”. Pada festival kali ini AAFF menerima film para peserta kompetisi dan non-kompetisi yang berasal dari 23 (dua puluh tiga) negara, yakni: China, Ghana, India, Indonesia, Iran, Jepang, Kenya, Kongo, Liberia, Mesir, Mozambique, Nigeria, Namibia, Pakistan, Philippines, South Africa, Singapore, Srilanka, Thailand, Togo, Tunisia, Uganda dan Kyrgyzstan. Pada akhir rangkaian acara (24/4) festival, akan ada penyerahan penghargaan ASIAFRICAWARD bagi para peserta kompetisi. Vote your favorite movie at www.asiaafricaaward.org.

Ada delapan kota di Indonesia yang menjadi kota penyelenggara rangkaian festival AAFF, antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Lumajang, Denpasar, Mataram dan Montong Gamang. Bila pada tahun pertama opening screening diadakan di kota Bandung sebagai kota lahirnya Asia Afrika, kali ini di Surabaya. Bagi anda yang berada di kota tersebut, silahkan datang ke festival ini yang diselenggarakan dari tanggal 18 – 24 April 2011. Mulai festival kedua ini, tanggal penyelenggaraan tidak akan dirubah untuk menghormati Konferensi Asia Afrika yang diadakan pada tanggal yang sama di kota bandung tahun 1955.

Tempat penyelenggaraan Asia-Africa Film Festival (18 – 25 April 2011) :

Bandung
Bale Pustaka, Jl. Jawa No. 6
Gedung Merdeka, Jl. Asia-Afrika No.65
New Majestic, Jl. Braga No. 1

Jakarta
ArtCinema FFTV, Jl Cikini Raya No. 73
Teater Populer, Jl. Kebon Pala I No. 295

Surabaya
Matchbox Too, Jl. Jawa No. 33
Universitas Airlangga, Ruang Parlinah Gedung Perpustakaan Universitas Airlangga Kampus B
UPN Veteran; Gedung Pascasarjana, UPN 1 dan UPN 2
Universitas Kristen Petra, Ruang P-709

Denpasar
Art Cafe, Jl. Saridewi 17

Malang
Universitas Negeri Malang, Gedung Aula J-9

Lumajang
SMA Negeri Tempeh, Jl. Raya Tempeh
Universitas Lumajang, Jl. Musi 12

Mataram
Taman Budaya, Jl. Majapahit
IAIN Mataram, Jl. Pendidikan No. 35

Montong Gamang
Balai Desa, Jl. Raya Timur, NTB

(Ghiboo)

SHARE