Belanda Rembang Via Kartini

0
54

.Tak hanya di Indonesia, ternyata di negeri Belanda pun nama Kartini luar biasa harum dan abadi. Bahkan beberapa ruas jalan di negeri kincir angin ini dengan bangga menyandang nama Kartini. Di Kota Utrecht misalnya terdapat sebuah jalan utama berbentuk ‘U’ bernama R.A. Kartini atau Kartinistraat yang ukurannya jauh lebih besar dibanding jalan Augusto Sandino, Steve Biko, Che Guevara, dan pejuang lainnya. Di kawasan Kota Venlo di Belanda Selatan juga terdapat sebuah jalan bernama R.A. Kartinistraat yang bertetangga dengan jalan Anne Frank dan jalan Mathilde Wibaut di kawasan Hagerhof. Sedangkan di wilayah Amsterdam Zuidoost atau yang lebih dikenal dengan Bijlmer, jalan Raden Adjeng Kartini ditulis lengkap.

Namun untuk benar-benar bisa menyelami keagungan dan keindahan Kartini, mungkin ada baiknya Anda mengarahkan destinasi liburan Anda ke Kabupaten Rembang di Jepara, kota di pesisir Jawa yang menjadi tanah kelahiran Raden Adjeng Kartini. Selain dapat berziarah ke makam beliau yang terletak di kompleks pemakaman keluarga besar Djojo Adiningrat (lengkap dengan sebuah patung besar sosok Kartini yang terlihat cantik dan canggih mengenakan kebaya sambil memegang sebuah buku), Anda juga dapat mencicipi berbagai makanan khas dari negeri kelahiran Kartini, seperti lontong Tuyuhan, nasi gandul, dan nasi uduk khas Rembang.

Anda juga dapat berburu batik yang cantik dan seanggun Kartini dengan mengarahkan perjalanan ke Kecamatan Lasem, hanya sekitar 15 menit dari pusat kota Rembang. Batik produksi Lasem memiliki corak yang sangat khas, terutama warna merahnya yang menyerupai warna merah darah ayam, yang konon tidak dapat ditiru oleh pembatik dari daerah lain. Kekhasan lain terletak pada coraknya yang merupakan gabungan pengaruh budaya Tionghoa, budaya lokal masyarakat pesisir utara, dan budaya keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Dan di akhir hari, Anda dapat menutup kunjungan Anda di tanah tempat kelahiran pejuang emansipasi dan pendidikan wanita Indonesia ini dengan menyinggahi Pantai Kartini, si kembang Pantura. Pantai ini secara transportasi sangat mudah diakses karena persis berada di tepi jalan negara yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya (sekitar 111 km dari Semarang atau 203 km dari Surabaya). Di zaman VOC dulu kawasan pantai ini digunakan oleh pihak kolonial Belanda sebagai pos pusat pengawasan kapal dagang yang keluar masuk di kawasan Rembang dan Lasem. Hari ini, kawasan pantai ini menjadi sebuah tempat rekreasi untuk mengenang salah satu sosok wanita paling mempesona yang dimiliki negeri ini, Raden Adjeng Kartini.

(Berbagai sumber)

SHARE