Menguak Rahasia Seni Fotografi Anak

0
50

.Jakarta – Erwin Rizaldi membagikan kiat-kiat jitu menciptakan karya indah suatu dalam berbentuk foto anak melalui talkshow peluncuran bukunya, ‘Seni Fotografi Anak: Memotret Anak Secara Profesional’ pada hari ini (21/4/2011) di toko buku Kinokuniya, Plaza Senayan.

Erwin mengakui, awal mula ia terjun dalam fotografi anak adalah atas dasar kecintaannya pada anak. Satu hal yang perlu Anda ingat saat menciptakan fotografi anak, jangan menutupi dan meninggalkan naturalisme anak. Biarkan anak tampil apa adanya, berekspresi apa adanya, dan berpakaian apa adanya. “Anak-anak itu istimewa. Mereka tertawa lepas, tidak terpaku pada angle, dan apa adanya. Natural. Itulah yang membuat foto tersebut istimewa.”

Untuk Anda yang ingin mengabadikan anak melalui foto, kamera apapun bisa Anda gunakan. Hal terpenting yang perlu diperhatikan hanyalah kecepatan shutter lag pada kamera. Semakin cepat, semakin baik. Memotret anak adalah berlomba dengan waktu untuk menangkap momen istimewa, yang tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Untuk pemilihan tempat, indoor bisa membuat Anda lebih fleksibel, sedang di luar ruangan, lebih baik Anda memotret si kecil pada pagi atau sore hari. Demikian dijelaskan Erwin.

Selain masalah teknis, Anda pun harus mempersiapkan si kecil sebelum sampai pada sesi pemotretan. Hindari hal-hal yang bisa membuatnya rewel. Pastikan dia tidur dan makan yang cukup. Mandikan dirinya dan pakaikan baju yang bersih padanya. Asal bersih dan rapi, itu sudah cukup. Jangan mengenakan pakaian terlalu bermotif padanya. Motif yang ramai akan mengganggu dan mengalihkan perhatian orang dari ekspresi mukanya di foto. Sebaliknya dengan pakaian polos dan sederhana, ekspresi si kecil akan terlihat sangat menonjol.

Usahakan untuk selalu mengabadikan setiap suasana hati dan ekspresi wajah sang buah hati. “Foto ibarat benda berharga dan kenang-kenangan bagi orangtua dan anak itu nanti. Bila hanya mengambil momen anaknya yang berwajah tersenyum, suatu hari mereka akan lupa indahnya ekspresinya saat cemberut, menangis, bete, dan lain-lain,” jelas Erwin lebih lanjut.

Tidak perlu minder, bila si kecil tidak berwajah tampan atau cantik. Menurut Erwin, setiap anak itu fotogenik. Katanya, “Tidak ada anak yang fotogenik. Setiap mimik yang dibuatnya akan membuat foto tersebut menjadi fotogenik. Itulah keistimewaan anak-anak dan fotografi anak.”

Apa hal yang paling sulit saat memotret anak-anak? Kegiatan ini memerlukan banyak kesabaran. Anda harus menunggu dan membuat mood si kecil agar tidak lagi rewel dan lupa, bahwa dirinya sedang menjadi fokus kamera. Tunggulah dan biarkan dia menjadi rileks, bermain, dan menjadi dirinya kembali. Saat itulah Anda harus memotretnya. Klik!

Ingin tahu lebih lanjut? Beli, dong, bukunya! Have a nice photo shoot!

(Ghiboo)

SHARE