Bernard Limbong: "PSSI Akan Maju"

0
61

.Brigjen Bernard Limbong hari ini mengadakan konferensi pers membahas pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum PSSI, Wakil Ketua Umum dan Exco (Komite Eksekutif) serta visinya untuk kemajuan persepakbolaan Indonesia.

Siang tadi, di Twin Plaza, Jakarta Barat, Bernard Limbong menyampaikan terima kasihnya atas dukungan kepada dirinya, “Saya berterima kasih kepada mereka yang mendukung saya, mulai dari Madura, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan dan Sulawesi, jadi mereka itu begitu yakin akan saya.”

Melihat makin maraknya pemain naturalisasi di Indonesia Bernard Limbong menyatakan ketidaksetujuannya atas program natarulalisasi dan solusinya untuk persepakbolaan tanah air, “Saya tidak ingin pada zaman saya kedepan ada naturalisasi, penduduk kita 260 juta. Naturalisasi berarti kompetisinya tidak berjalan dengan baik, kenapa karena tidak menghasilkan pesepakbola yang kita harapkan. Jadi saya inginkan kedepan industri sepakbola Indonesia akan maju.”

Tambahnya, “Kita harus mulai dari generasi muda, berjenjang, bila perlu timnas lebih dari satu. Jadi naturalisasi itu kegagalan kita dalam melaksanakan kompetisi, kedepan tidak boleh,”

Bernard Limbong mendaftar berdasarkan adanya permintaan dari para pemilik suara bukan sebagai pejabat militer, begitu juga halnya dengan seniornya George Toisutta seperti yang disampaikan dalam sesi tanya jawab pada konferensi persnya, “Beliau itu mendaftarkan diri bukan sebagai staff angkatan darat, beliau itu mendaftarkan sebagai pribadi atas permintaan para anggota. Dengan demikian beliau melaksanakan amanah, anggota itu.”

Memang bila dilihat berdasarkan informasi dari humas PSSI 23 April 2011, George Toisutta mendapat dukungan tertinggi sebagai ketua umum PSSI dengan 91 suara disusul kemudian Agusman Effendi dengan 30 suara sementara Bernard Limbong mendapatkan dukungan 8 suara untuk calon ketua umum dan 9 suara untuk calon anggota Exco.

Meskipun FIFA telah melarang empat orang mencalonkan kembali, salah satunya George Toisutta, namun para pemilik suara belum ada yang merevisi pilihan mereka.

Semoga FIFA dapat lebih bijaksana.

(Ghiboo)

SHARE