Cara Didik Barat Atau Timur?

0
51

.Banyak cara asuh anak yang berbeda yang bisa diterapkan. Wajar, bila sebagai orangtua, Anda bingung menentukan mana yang tepat dan sesuai untuk si kecil. Ada beberapa orangtua yang memberikan kebebasan pada si kecil untuk berpendapat dan mempunyai ruang geraknya sendiri sejak dini. Demokrasi, liberal, you name it. Semua itu dimasukkan dalam budaya keluarga anak sejak kecil. Anda bisa banyak melihat contoh ini pada keluarga-keluarga barat.

Tujuannya sebenarnya sederhana, agar anak dapat lebih berkembang. Tidak malu-malu dan bebas berekspresi menjadi diri sendiri. Sayang, sikap demokratis Anda sering disalahartikan oleh anak. Setiap memerintahkan sesuatu, ia terbiasa untuk ‘bernegosiasi’ alias membantah. Tidak heran, bila banyak orangtua di negara belahan barat sering merasa kewalahan menghadapi anaknya yang sudah berani membentak, berteriak kepada orangtuanya, dan segala macam respon negatif saat diberi amanat oleh sang orangtua. Kebalikannya adalah cara didik timur. Budaya orang timur sangat menghargai orang yang lebih tua dan tentu saja orangtua. Dosa besar, katanya, jika berani membantah perkataan dan keinginan orangtua. Oleh sebab inilah orangtua merasa berhak ‘menguasai’ seluruh aspek kehidupan si kecil.

Hal ini dapat terlihat kehidupan keluarga Amy Chua. Amy Chua adalah seorang ibu beranak dua, Sophia dan Louisa, keturunan Tionghoa yang tinggal di Amerika. Amy membuat sebuah memoar yang dibukukan – Battle Hymn of The Tiger Mother – mengenai betapa keras dia mendidik anak-anaknya, seperti macan. Meski keras, terbukti bahwa anak-anaknya tumbuh besar, sukses dan tanpa dendam pada sang ibu. Sophia bahkan diterima di dua universitas ternama, Yale dan Harvard. Mereka kini justru semakin hormat dan menyayangi Amy Chua.

Mau tahu seberapa keras Amy Chua? Perempuan ini melarang dengan tegas anak-anaknya untuk menginap, bermain bersama anak-anak lain dalam ‘playdate’, berpartisipasi dalam drama sekolah, mengeluh tentang diri mereka yang tidak diperbolehkan mengikuti drama sekolah, dan menonton TV atau bermain games dalam komputer. Mereka bahkan tidak boleh memilih sendiri kegiatan ekstrakurikuler yang akan mereka ikuti. Demikian pula dengan masalah musik. Mereka berdua hanya diizinkan untuk berhubungan dengan biola. Tidak ada instrumen lain yang boleh dimainkan, kecuali biola. Mereka tidak boleh tidak bermain biola. Kekerasan Amy Chua pun sangat terlihat dalam hal akademis. Sophia dan louisa hanya boleh mendapat nilai A. Mereka juga harus menjadi siswa nomor satu pada tiap mata pelajaran di sekolah, kecuali mata pelajaran senam dan drama. Bahkan dia selalu menunggui sang anak berlatih main piano setiap malam tanpa anak tersebut boleh buang air ataupun minum!

Tidak memberikan banyak pilihan merupakan wujud kedisiplinan menurut Amy Chua. Dia berpendapat, bahwa orangtua tidak bisa selalu memuji anaknya, karena suatu hari sang anak akan masuk ke kehidupan nyata. Dia harus kuat. Untuk itu Anda harus tegas, keras, dan sangat disiplin padanya sejak kecil. Meski terkesan seperti ‘provost’, pada kenyataannya Amy Chua masih memperhatikan keinginan anak-anaknya. Anak terakhirnya, Lousia (atau Lulu) tidak menyukai biola. Amy pun berhenti memaksanya bermain biola, agar Lulu tidak bertumbuh besar menjadi anak yang membenci ibunya karena dipaksa melakukan apa yang dia tidak inginkan.

Cara didik barat liberal akan membuat anak lebih kreatif. Cara didik timur seperti Amy Chua akan membuat anak lebih berkarakter dan terfokus masa depannya. Amy selalu mendorong anak-anaknya hingga batas kemampuan terakhir mereka. Dia tidak memanjakan anak-anaknya. Meski demikian tidak semua anak bisa cocok dan kuat diasuh dengan cara didik ‘militer’ seperti ini.

Semua punya plus minus. Hanya Anda yang lebih memahami mana yang terbaik untuk si kecil. Penggabungan dua jenis pengasuhan barat dan timur, mungkin?

(Berbagai sumber)

SHARE