Tex Saverio, Desainer Muda Nan Brilian Dari Indonesia

0
71

.Ditemui di press conference yang diselenggarakan oleh Jakarta Fashion Week 2011/2012 di Kementrian Perdagangan Indonesia, Kamis lalu, Tex Saverio menjadi pusat perhatian tersendiri. Namanya langsung melejit setelah salah satu karyanya tampil di Harper’s Bazaar Amerika, dipakai oleh Lady Gaga. Berikut ini bincang-bincang Ghiboo dengan Tex Saverio, desainer 26 tahun yang brilian dalam ide namun berkepribadian sederhana yang bahkan jarang menatap kamera..

Bagaimana anda bisa mengenal Nicola Formichetti, stylist Lady Gaga?

Awalnya saya hanya berbincang bersama teman-teman, mereka selalu bilang kalau semua desain saya tidak umum, gila. Mereka menyarankan saya untuk mempersembahkan karya saya ini untuk selebriti yang memang memiliki gaya yang sama gila, misalnya Lady Gaga. Saya sempat berpikir itu mustahil, tapi saya akhirnya browsing tentang Nicola Formichetti dan memberanikan diri mengirim e-mail untuknya. Saya hanya memperkenalkan diri saja, tapi ternyata tak lama kemudian dia membalas dan mengajak saya untuk terlibat dalam kesibukannya di bidang fashion bersama Lady Gaga. Nicola bilang, “Saya tau kamu siapa. Sebenarnya saya memang sudah mencari kamu karena karya-karya kamu di Jakarta Fashion Week 2010/2011 cukup terdengar hingga kesini. Sayangnya webstite-mu dalam tahap perbaikan. Saya buntu.”

Wah sungguh kebetulan yang menyenangkan. Bagaimana gaun hitam itu bisa sampai ke Amerika?
Nicola yang membawanya. Nicola menyuruh saya mengirimkan salah satu gaun terbaik saya kesana. Awalnya gaun itu diterbangkan ke London, lalu pindah ke New York, selama perpindahan gaun itu, dia selalu memberi kabar ke saya. Mereka sangat profesional dan detail. Saya juga berhubungan dengan Harper’s Bazaar Amerika, katanya gaun saya itu akan dipinjam untuk pemotretan dengan arahan Nicola Formichetti dan dibidik oleh fotografer Terry Richardson.  Tentu saya sangat excited saat itu, meski belum diberi tahu siapa modelnya.

Lalu bagaimana ketika tahu bahwa yang mengenakan gaun anda adalah Lady Gaga?
Saat meeting, ponsel saya berbunyi karena ada seseorang yang tag foto di Facebook saya. Ternyata itu adalah gambar di halaman Harper’s Bazaar bulan Mei. Saya senang sekali, akhirnya karya saya bisa dipakai untuk pemotretan majalah luar negeri. Lalu saya zoom, kok mirip Lady Gaga? Joe, manager saya langsung histeris. Saya pun segera membuka laptop agar bisa melihat gambarnya lebih jelas. Mengejutkan sekali, ini suatu kehormatan bagi saya. Apalagi, di halaman-halaman lain Gaga mengenakan koleksi pakaian dari desainer ternama dunia seperti Versace, Dior, Thierry Mugler dan Alexander McQueen. Saya yang bukan siapa-siapa, sangat tersanjung bisa bergabung disana. Joe langsung mengabarkan berita bahagia itu via twitter saya. Setelah itu, berbagai telepon dari media dan permintaan wawancara terus berdatangan.

Apa efek terbesarnya setelah itu?
Luar biasa sekali. Seperti snowball. Banyak sekali media dalam negeri maupun luar negeri menghubungi saya untuk wawancara eksklusif. Dari segi publikasi, ini memberikan perubahan yang sangat maju. Nama saya mulai dikenal perlahan-lahan.

Apakah banyak wanita-wanita Indonesia yang minta dibuatkan gaun yang sama?
Banyak, mereka terus bertanya apakah saya bisa membuatkan copy-nya. Tapi saya berhati-hati karena gaun itu sangat bersejarah bagi saya. Meski dengan bayaran yang tinggi, saya sulit membuatkan copy-nya, terutama untuk acara yang belum jelas. Ini bukan lagi tentang nominal, karena saya harus menjaga citra Lady Gaga dan citra gaun itu sendiri.

Apa rasanya dibandingkan dengan Alexander Mcqueen?
Wah, pertanyaan yang cukup rumit. Dia adalah seorang desainer yang menakjubkan, jadi saya sangat bangga jika ada yang berkata bahwa desain saya memiliki nafas yang sama dengan koleksi-koleksinya. Tetapi saya bukan siapa-siapa, saya masih baru, masih anak bawang. Pernyataan itu terdengar terlalu tinggi dan jadi beban tersendiri. Saya baru saja merintis karir saya di Indonesia beberapa bulan lalu, tepatnya mulai muncul di Jakarta Fashion Week bulan November 2010/2011. Jika belum sampai setahun saya sudah bisa sampai ke titik ini, saya hanya seorang yang beruntung saja. Momen dan kesempatan baiknya kebetulan berjalan beriringan.

Lalu apa yang akan anda buat untuk Jakarta Fashion Week 2011/2012?
Jujur saja, saya masih belum tahu. Tetapi saya akan berusaha yang sebaik-baiknya untuk menampilkan sesuatu yang istimewa di bulan November nanti. Ini seolah bentuk hutang budi saya karena nama saya mulai dikenal sejak Dewi Fashion Knights di Jakarta Fashion Week tahun lalu, maka saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu untuk membuat yang biasa-biasa saja.

Sebetulnya bagaimana garis rancangan khas anda?
Saya selalu memasukkan unsur dramatis. Saya menyukai segala sesuatu yang grande, kaya imajinasi dan fantasi. Maka saya membuat gaun-gaun maxi yang penuh detail, dengan beragam materi yang berbeda namun setelah disatukan tetap memiliki ciri yang sangat Tex Saverio. Memang terkesan tidak wearable, tapi fashion bagi saya adalah bebas berkreasi dan bermimpi. Tekad saya adalah membuat semua wanita menjadi sangat terpukau melihat keindahan karya saya, sehingga mereka lupa bahwa gaun-gaun tersebut sangat rumit, dan mereka tetap ingin memakainya. Saya senang ketika ada seseorang yang membeli gaun saya tanpa bingung, tanpa pikir panjang dan langsung tahu kemana ia akan pergi dengan gaun itu.

(Berbagai sumber)

SHARE