Yamaha Mio Bumblebee

0
82

.JAKARTA – Tuanku, Muhammad Reza, memang maniak robot, tidak jelas apa masa kecil kurang bahagia atau memang sudah hobby dari lahir yang jelas aku sering diajak ke mall megah cuma untuk mencari robot.

Transformer, itu robot kesayangannya. Bahkan hampir melupakan nasibku yang setia menemaninya kemana saja, baju kiriku saja kemarin kesenggol angkot dan kemudian pecah tidak dipedulikan olehnya, dan yang parah sepatu karetku sudah botak dan sering bocor tidak juga dipedulikannya.

Kadang aku sering menangis kalau diajak ke rumah Sherly, dipinggiran Jakarta yang jalan batunya bikin sendi sendi ototku tersiksa setiap malam minggu untuk apel.

Suatu siang, tuanku membeli satu unit robot Transformers yang bertajuk Bumblebee. Setelah robot kuning itu terbeli, aku semakin binggung lagi karena aku diajak jalan lumayan jauh dan belum pernah aku sebelumnya, di daerah Kebagusan, Jakarta Selatan.

Aku semakin kaget ketika diajak masuk ke tempat yang sangat menakutkan. “TAUCO CUSTOM (TC)”. Tempat apa ini? Banyak sekali teman teman yang aku tidak kenal badannya dipotong dan dibakar, tapi ada juga yang pakai baju bagus dan gagah disitu. Iih…!!! Merinding rasanya.

Bertemu sang owner TC, Topo Goedel Atmodjo, tuanku banyak bercakap-cakap, entah apa yang diomongkan, dan robot kuning yang dibawapun sempet jadi perbincangan hangat. Setelah mereka saling salaman ternyata bikin aku terkejut. Aku ditinggal dan aku menginap ditempat yang tadi aku anggap sangat angker!

Keesokan harinya, baju lamaku dilucuti oleh crew TC, dan tapa basa-basi lagi tulangku dipotong dan kaki kakiku habis dilucuti, dan tubuh ringkihku telanjang tanpa kaki, tanpa baju.

Topo sang algojo TC banyak kasih wejangan kepada timnya, kalau aku mau diubah jadi robot. Wah! kaget juga mendengarnya, tapi yang bikin terkejut lagi dan juga senang bajuku akan diganti baru semua, kaki kakiku juga sudah disiapin kaki baru yang kekar banget, merk Power yang tapaknya belakang 4,5′ dan depan 2,5′ tapi lingkar kakiku juga berubah jadi130/70/14 dan 120/70/14.

Sorot mataku juga diganti pakai Honda blade, dan alis mataku terhias lampu sein Honda Supra X dipadukan dengan topeng macam perisai yang cantik menawan. Kemudiku kini telanjang model jepit, dan karena kaki depanku tambah panjang diganti pakai Honda tiger.

Sementara tempat minumku yang biasanya selalu diisi Reza dengan Pertamax, dipindah didepan tepat dibelakang stang setir, jadi gak repot buka tempat dudukku kalau mau isi, seperti punya kakakku, Yamaha Scorpio atau Vixion. Tutupnyapun keren punya Sanek.

Tapi tempat dudukku jadi pendek dan kecil, karena baju belakangku tidak lagi besar cuma simpel dan lancip, Sherly pasti ngamuk kalau pas duduk jadi kurang longgar, duuhh,,,bisa berabe nih,,,!!!

Aku yang biasa teriak halus dan tampa suara, sekarang bisa lantang menantang siapa yang coba melihatku. Moncong silencerku diganti pakai Kwangen Custom Products, dan gak tanggung tanggung, sinyal indikatorku tidak pakai jarum lagi, tapi pakai digital merk Koso. Benar-benar bangga aku rasanya!

Total bajuku sepertinya sudah berubah total dan tidak akan robek lagi musti kesamber angkot. Topo membuatkan bajuku dengan plat galvanis 0,8mm, dan aku tidak akan kesiksa lagi musti kakiku harus menginjak lumpur dan aspal panas, karena kakiku sudah kekar dan tubeles.

Terakhir yang bikin aku semakin kegirangan, warna bajuku berubah jadi kuning dan banyak coretan air brush disekujur tubuhku bentuk urat dan corak hitam menghiasi. Selain banyak pernik-pernik yang lain menempel dibajuku, aku yakin Reza pasti tidak sedikit memodalinya.

Setelah hampir sebulan lebih, kangen juga rasanya aku berlari. Hari itu juga aku akhirnya dibawa pulang oleh tuanku. Luar biasa setelah aku berjalan, tidak ada lagi yang mengenali, Aku yang tadinya mungil dan matik, berubah jadi perkasa seperti robot sejati, badanku kekar dan kakiku tinggi, setiap dilampu merah,selalu banyak mata yang merhatiin.

Namaku pun sekarang berubah jadi Mio Bumblebee!

(Topo Goedel Atmojo)

SHARE