Kate Middleton Harus Cepat Punya Anak

0
51

.Kate, Duchess of Cambridge akan benar-benar memulai kehidupan rumah tangganya minggu depan saat kembali ke Wales utara bersama suaminya, Pangeran William. Ia harus menjalankan peran-perannya. Salah satunya adalah melahirkan seorang pewaris tahta di baris kedua. Ini untuk menghindari adanya celah dalam garis suksesi.

Penulis biografi putri Diana sekaligus penulis buku mengenai pernikahan William dan Kate, Andrew Morton, mengatakan, “Jika Kate tidak hamil dalam sembilan bulan ke depan, ia akan menentang tradisi kerajaan selama 200 tahun.”

Pendahulu-pendahulunya cukup sukses melahirkan pewaris. William sendiri lahir hampir 11 bulan setelah ibunya menikah dengan sang ayah, Pangeran Charles, pada 1981. Sedang Charles, sang pewaris tahta, dilahirkan hampir setahun setelah Ratu Elizabeth II menikahi Pangeran Philip (1947).

Sejarawan kerajaan, Hugo Vickers, menegaskan, tugas Kate sangatlah jelas. “Jika aku berpendapat secara brutal mengenai ini, tugas Catherine adalah membuat suaminya bahagia dan memproduksi seorang pewaris,” katanya.

Bagaimana dengan pendapat dan rencana Duke dan Duchess of Cambridge sendiri? “Menurutku kami akan bergerak selangkah demi selangkah. Kami akan menyelesaikan pernikahan dulu dan mungkin merencanakan anak. Tapi jelas kami menginginkan sebuah keluarga, jadi kami sudah harus mulai memikirkan tentang hal itu,” jelas William saat ditanya pada November lalu mengenai rencananya dalam memiliki anak.

Sedang Kate terkesan lebih santai. ‘Satu per satu’ dan keinginan menikmati kebersamaan dengan pasangan adalah hal yang diungkapkan Kate, menurut Robert Johnson – penulis buku mengenai pasangan ini.

Penikahan William membuka kemungkinan untuk memiliki generasi lain House of Windsor yang berada pada garis langsung menuju tahta. Bila itu seorang anak laki-laki, maka otomatis akan menjadi raja. Sedang bila perempuan, maka akan menjadi ratu.

Anak pertama laki-lakinya akan mengantri di belakang Pangeran William sebagai pangeran berikut yang menuju tahta. Namun jika anak itu perempuan, maka dia harus mengantri di belakang setiap saudara laki-lakinya, demikian menurut hukum suksesi.

Meski demikian, pemerintah Inggris telah memberikan indikasi untuk terbuka mengubah hukum, memastikan agar setiap anak Kate memiliki kesempatan meraih tahta.

(Berbagai sumber)

SHARE