Putri Diana Akan Terus Hidup di Hati William

0
60

.Mewah dan meriahnya pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton Jumat lalu (29/4/2011) membawa satu pertanyaan menggelitik. Apakah di dalam hati sang pangeran, ia benar-benar merasakan gegap gempita kebahagiaan tersebut dengan sempurna?

Kemungkinan tidak. Sama dengan adiknya, Pangeran Harry, selalu ada ruang kosong di hatinya semenjak ibunya meninggal. Mendiang Putri Diana meninggal 14 tahun lalu, tepatnya 31 Agustus 1997, dalam sebuah kecelakaan mobil.

Saat itu usia William baru 15 tahun. Ia dan pangeran Harry berjalan di belakang peti mati ibu mereka tanpa menangis. Mereka berdua sangat jarang membicarakan mengenai kematian sang ibu, juga mengenai rasa sakit yang mereka alami.

Dalam acara-acara besar, khususnya Hari Ibu, kekosongan dalam hatinya mulai menyeruak dan terasa sakit. “Tidak pernah bisa lagi mengucapkan kata ‘ibu’ dalam hidupmu terdengar sebagai hal kecil. Namun, untuk beberapa orang, termasuk aku, hal itu membuat rongga dan membangkitkan kenangan-kenangan,” ucap Pangeran William.

Menurut William, rasa kehilangan seseorang tidak bisa diabaikan. Akan datang waktunya untuk membicarakan, membahas, dan mengingat tentang masa-masa kehilangan tersebut. Dia sendiri merasa harus mencari waktu yang tepat untuk melakukan itu.

Selamanya, tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi ibu di hatinya. Putri Diana akan terus hidup di sana. Ia hanya bisa menghadapi kehilangan tersebut dengan terus mendapatkan cinta dan perhatian dari orang-orang terdekatnya.

Bisa jadi sang pangeran meyakini bahwa dari atas langit, ibunya mengawasi sambil tersenyum jalannya pernikahannya dengan Kate Middleton. Who knows? Ibu mana yang tidak bersukacita melihat anaknya bahagia?

(Berbagai sumber)

SHARE