Geisha Kok Kaya Gini?

0
70

.Sebagai band dengan vokalis perempuan, Geisha mampu meneruskan tradisi band-band dengan vokalis perempuan terdahulu yang sudah sukses. Karya-karya mereka yang sampai meraih gelar multi platinum mampu diterima dengan baik oleh banyak penikmat musik. Dialbum kedua yang berjudul Meraih Bintang, masih banyak prestasi yang ingin Momo (vokal), Roby (gitar), Aan (drum), Nard (bass) dan Dhan (keyboard) raih. Dan Geisha sadar betul akan tujuan ini.    

“Kita bersyukur banget kalau kita dibilang salah satu band dengan vokalis cewe yang dilihat,” ungkap Momo kepada Ghiboo. Album kedua mereka sudah rilis dan hal ini semakin menguatkan eksistensi mereka di industri musik sebagai band yang solid. “Kita ingin mempertegas karakter Geisha sendiri disini. Jadi ngga ada lagi di album kemarin yang masih manggil ‘Mba Geisha’ dan mempertegas kalau kita itu sebuah band,” ujar Roby.

Album Meraih Bintang berisi sebelas lagu dengan single pertama berjudul Cinta & Benci. Judul Meraih Bintang pun mereka pilih karena ternyata masih banyak ‘bintang’ yang ingin mereka raih. Sebuah analogi juga terdapat dalam desain sampul album Meraih Bintang yang digambarkan dengan sebuah bandara.

“Kenapa namanya Meraih Bintang. Bintang disini maksudnya adalah prestasi. Karena pada awalnya kita adalah band festival yang haus akan prestasi bukan hanya haus materi. Kita terdidik dari awal memang band festival,” ungkap Roby. Tentang mengapa desain bandara yang dipilih, mereka punya jawabannya. “Kita pengen banget di album kedua ini sering-sering ke bandara internasional,” ungkap Momo. Roby menambahkan, “Mudah-mudahan bisa Go International”.

Proses pembuatan album ini terbilang melelahkan bagi mereka. Geisha harus membagi waktu antara sibuknya jadwal tur dengan pembuatan materi untuk album ini. “Waktu itu pernah bikin lagu di bus, orang-orang lagi tidur, aku colong-colong ngulik gitar,” cerita Roby. Dhan menambahkan, “Waktu itu kita lagi deadline juga kan. Kadang-kadang kita udah ngumpulin lagu, tapi belum pasti keterima juga”.

“Pokoknya waktu balik ke Jakarta, itu studio pasti sudah dibukakan lebar-lebar untuk kita. Mau ngga mau ya masuk studio,” ungkap Aan. Momo juga menambahkan, “Pernah waktu itu ada jadwal (masuk studio) tapi kitanya cape jadi nggak dipake”. “Studio disiapin tapi kita ngga dikasih waktu istirahat,” ujar Roby melengkapi.

Tapi kerja keras mereka terbayar lunas dengan diterimanya lagu-lagu Geisha oleh masyarakat luas. Respon positif pun mereka dapatkan ketika mengadakan tur di berbagai daerah. Momo bercerita tentang pengalamannya saat Geisha main di salah satu daerah, “pernah dicakar abis-abisan sampai berbekas sampai sekarang (menunjukan lengannya yang membiru). Yang bikin gue bingung itu kalau misalnya kita main di klub, itu yang nyubitin gue malah cewe-cewenya trus anak-anak (personil Geisha lainnya) bilang, ‘aku juga mau, oper-oper dong'”.

Diterimanya musik Geisha juga tidak lepas dari karakter yang mereka punya. Sebuah karakter bermusik yang menghasilkan suara-suara yang memang sudah diakui identik dengan mereka. Anda bisa dengar dari album pertama (Anugrah Terindah) dan album kedua (Meraih Bintang) yang memang tidak terlalu banyak berubah dan mudah dikenali sebagai musik Geisha. Sebuah kondisi yang memang mungkin akan mereka pakai untuk album berikutnya.

“Kalaupun kita punya konsep untuk album ketiga atau keempat yang pasti kita keep dulu. Jadi kita ngga tiba-tiba langsung merubah drastis dari Geisha yang seperti ini jadi yang sesuatu yang malah orang ngga ngerti. Jangan sampai mereka bertanya, ‘Geisha kok kaya gini?'” jelas Roby. Roby juga menambahkan, “Kita ngga pernah bikin musik yang orang lain suka tapi kitanya ngga. Kita tetep jadi diri sendiri”.

Konsep dan karakter yang jelas membuat Geisha tidak terkesan latah dengan trend musik yang diciptakan oleh industri musik. Mereka pun menilai musisi Indonesia saat ini sudah mulai lebih berani. “(Musisi Indonesia) sudah semakin berkurang latah-latah musiknya. Sekarang lebih berwarna,” ujar Roby. Momo menambahkan, “Musisi Indonesia itu berani. Berani dalam hal, ‘Kita keluar aja dulu. Mau bagus, mau nggak, urusan belakangan’. Jadi memang sekarang bermacem-macem”.

Pembajakan yang masih marak dilakukan pun tidak lepas dari perhatian mereka. Karena hal tersebut juga berimbas kepada penjualan album secara fisik, termasuk album yang mereka rilis. “Penjualan CD emang turun, ngga tutup mata,” ungkap Momo. “Karena pengaruh teknologi juga. Kita pasti akan ninggalin RBT, akan ninggalin CD juga mungkin. Dengerin musik jadi pake Blue-Ray mungkin,” Roby menambahkan.

“Kita mentingin album banget, Kalau RBT laris kita cuma bisa bilang Alhamdulillah. PR nya, jangan sampai kita di album ketiga ngga bisa dapet yang kaya gitu lagi,” ujar Roby berharap sekaligus berjanji untuk tetap berusaha membawa Geisha meraih lebih banyak bintang.

(Ghiboo)

SHARE