Osama bin Laden Gunakan Istrinya Sebagai Tameng Tubuhnya

0
76

.Pengabdian istri yang satu ini hebat juga. Bahkan hingga detik-detik menjelang kematian suaminya, ia masih berada di sisi sang suami. Amal Ahmed Abdul Fatah (29), istri kelima dan terakhir Osama bin Laden – pemimpin Al Qaeda, diberitakan berusaha melindungi bahkan menyelamatkan suaminya saat digerebek di griya tawang mereka di Pakistan.

Perempuan yang juga dikenal dengan nama Amal al-Sadah tersebut 25 tahun lebih muda dari Osama dan lahir pada 1982 di Yemen. Osama jatuh cinta pada kecantikan dan usianya yang masih sangat muda. Saat itu Fatah baru berusia 15 tahun. Fatah dikenalkan pada calon suaminya melalui kakaknya yang melawan pasukan Soviet bersama Osama. Pemimpin organisasi teroris ini akhirnya menikahi gadis belia tersebut pada 2000.

Dilansir dari New York Post, awalnya muncul pemberitaan yang keliru mengenai nasib Fatah. Seorang wanita yang teridentifikasi sebagai istri Osama dikabarkan terbunuh saat Osama menggunakan perempuan tersebut untuk menjadi tameng pelindung tubuhnya dari hujan peluru.

Kenyataannya, Fatah, sang perempuan itu masih hidup. Ini terungkap saat nama dan foto paspornya muncul ke permukaan. Para pejabat mengatakan kaki Fatah terluka, akibat berlari tergesa-gesa – tanpa dipersenjatai – ke arah pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat. Itu adalah puncak pengorbanannya pada Osama.

Sebelum-sebelumnya – dalam sebuah interview pada 2002 – terungkap bahwa Fatah menemani Osama tinggal di sebuah goa persembunyian setelah Amerika melakukan pemboman terhadap Taliban pada Oktober 2001. Fatah mengatakan, bahwa mereka dengan enggan pergi menuju Pakistan dibantu salah satu anak laki-laki mereka.

“Dia (Osama) selalu berharap akan mati di sana (Pakistan) dan mengatakan padaku jika dia meninggalkan Afghanistan, ia akan pergi demi menemui Tuhan,” kata sang janda muda itu.

Tidak seorangpun dari ketiga istri lain Osama yang menemaninya ke Pakistan. Istri-istri lainnya justru terbang ke Siria. Hanya Fatah yang mendampingi Osama di kamp persembunyian Pakistan.

Fatah dan setidaknya tiga anak kandungnya dengan Osama adalah beberapa dari 10 orang yang diamankan pejabat-pejabat Pakistan setelah Angkatan Laut Amerika meninggalkan tempat kejadian perkara. Surat Kabar Britain’s Evening Standars mengatakan, awalnya Angkatan Laut Amerika berniat membawa Fatah, namun ternyata tidak cukup ruang di pesawat, sedang helikopter mereka yang lain sudah hancur.

Pejabat Pakistan mengatakan, setelah dirawat di rumah sakit militer dengan tingkat keamanan tinggi, Fatah akan dikirim ke Yemen. Ia tidak boleh ditanyai oleh pihak Amerika. Seorang wanita lain yang diyakini sebagai perawat Osama dan delapan anak berusia antara 2-12 tahun juga ikut ditahan.

(Berbagai sumber)

SHARE