Osama bin Laden Larang Anak-Anaknya Berjihad

0
61

.Beberapa orang menganggapnya pahlawan, sementara sebagian rakyat dunia lain mencelanya. Dialah Osama Bin Laden, pemimpin legendaris organisasi jihad Al Qaeda yang akhirnya tewas pada usia ke-54. Osama tertembak pada serangan Amerika ke Pakistan (1/5/2011).

Bertanya-tanyakah Anda bagaimana ia selama ini mengurus keluarga, mendidik anak-anaknya, khususnya? Pemimpin garis keras Muslim ini sepertinya tidak terlalu baik menjalankan perannya sebagai seorang ayah.

Ia banyak mengabaikan anak-anaknya, karena waktunya habis terpakai untuk memikirkan bagaimana caranya menghancurkan Israel dan Amerika. Buktinya bisa Anda baca sendiri pada surat yang ditulisnya sebagai amanat terakhir untuk istri dan anak-anaknya.

Dilansir dari harian Al-Anbaa Kuwait, dokumen sebanyak empat halaman tersebut menyatakan permintaan maafnya terhadap anak-anaknya, akibat telah menelantarkannya dengan alasan ia harus merespon panggilan untuk jihad.

Lucunya lagi, meski selama hidupnya ia meminta banyak orang untuk bergabung ikut berjihad, namun pada suratnya tersebut, ia justru melarang anaknya untuk ikut-ikut dalam Al Qaeda, organisasi teroris yang dipimpinnya, apalagi maju ke garis depan. Ia tidak memperbolehkan anak-anaknya untuk melakukan jihad, tidak seperti yang selama ini dia gembor-gemborkan pada banyak orang agar ‘mengikutinya’.

“Kalian, anak-anakku, aku meminta maaf karena tidak banyak meluangkan waktu bersama kalian karena aku lebih merespon kepentingan Jihad,” tulis Osama.

Lebih lanjut The Daily Telegraph menginformasikan bahwa amanat sang ayah dipertegas dengan mengutip teks-teks Islam. Dikatakan, bahwa Omar bin Al-Khattab (Umar bin Khattab), sahabat Nabi Muhammad SAW, sekaligus sebagai Khalifah kedua (meneruskan kepemimpinan Islam setelah Abu Bakar Shiddik) pun memberikan instruksi tertulis pada anaknya, Abdullah, agar tidak mengikuti perang suci.

Sa’ad, Osman, dan Mohammed bin Laden adalah ketiga anak Osama bin Laden dengan istrinya yang bernama Najwa. Keberadaan Sa’ad tidak diketahui oleh siapapun, bahkan oleh ibunya sendiri. Rumornya, dia dipenjara di Iran. Sedang Osman menikahi anak anggota tingkat tinggi al-Gama’a al-Islamiyya, grup teroris yang berdedikasi menggulingkan pemerintahan Mesir. Mohammed sendiri memiliki kepentingan keluarga. Ia telah disetujui menjadi penerus Osama.

Osama benar-benar kontradiktif. Perjuangannya selama ini dengan amanat yang diberikannya pada anak-anaknya sangat bertolak belakang.

(Berbagai sumber)

SHARE