Nyeri Lambung Belum Tentu Maag

0
77

.Bagi sebagian masyarakat, asam lambung seringkali dikaitkan dengan penyakit dyspepsia atau yang lebih dikenal maag. Nyatanya ada satu jenis penyakit kronik lain yang disebabkan oleh meningkatnya produksi asam lambung yaitu, Gerd atau Gastroesphageal disease. Penyakit ini merupakan kondisi adanya aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan. Kondisi itu menyebabkan berbagai gejala hingga terjadinya komplikasi.

Gerd merupakan penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup. Jika dulu asam lambung hanya menyebabkan masalah pada usus 12 jari dan lambung, kini akibat dari tingginya asam lambung menyebabkan gangguan pada kerongkongan.  Sekitar empat juta orang Indonesia menderita penyakit Gerd. Jika tidak ditangani dengan baik Gerd dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyempitan kerongkongan, pendarahan kerongkongan, terbentuknya jaringan pada dinding kerongkongan yang dapat menyebabkan kanker kerongkongan.

Gejala penyakit ini sangat samar, karena hal inilah seringkali pasien telat menanganinya. Gejala samar tersebut antara lain nyeri kerongkongan, batuk kronis terutama di malam hari, radang tenggorokan, suara serak dan sesak nafas. Seringkali masyarakat yang menderita Gerd melakukan pengobatan sesuai dengan gejala yang dirasakan dan menggunakan obat bebas yang ada di pasaran. Namun, gejala utaamanya adalah heart burn atau rasa panas seperti terbakar di dada dan regurgitasi seperti rasa pahit pada mulut karena naiknya aliran rasa asam ke rongga mulut.

Lamanya paparan asam lambung pada dinding dalam kerongkongan dapat menyebabkan erosi atau kerusakan pada dinding kerongkongan yang disebut refluk esophagitis. Kondisi itu bisa menjadi penyebab komplikasi. Gerd merupakan penyakit multifaktor, namun pola hidup yang tidak seimbang membuat seseorang memiliki resiko tinggi. Kondisi obesitas, kebiasaan langsung tidur sehabis makan, alkohol, kopi dan stres adalah faktor penyebab tingginya asam lambung bahkan bisa mencapai selaput lendir saluran kerongkongan.

Hindari rokok, alkohol, kopi dan makanan pencetus produksi asam lambung, diet rendah lemak, serta olahraga dapat mencegah penyakit Gerd. Penanganan secara medis dapat dilakukan dengan proton pump inhibitor (PPI). Cara kerja PPI adalah menghambat pompa asam yang terdapat pada sel di lambung, sehingga mencegah terjadinya pelepasan asam lambung.

Jika Anda merasakan gejala-gejala Gerd konsultasikan ke dokter, agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat dan efektif.

(berbagai sumber)

SHARE