Sepeda statis atau treadmill?

0
4616

Sepeda statis ataupun treadmill termasuk dalam kelompok olahraga aerobik atau kardio, namun masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahannya.

Treadmill (Photo by: telegraph.co.uk)
Treadmill (Photo by: telegraph.co.uk)

Ghiboo.com – Banyak pilihan latihan yang bisa Anda lakukan untuk membuat sehat atau sekadar menjaga kebugaran Anda.

Berbagai pilihan olahraga tersedia mulai dari yang berat sampai yang paling ringan seperti melakukan aerobik atau kardio di rumah atau di lingkungan sekitar rumah.

Sepeda statis ataupun treadmill termasuk dalam kelompok olahraga aerobik atau kardio, namun masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahannya.

Treadmill berbeda dengan lari di alam terbuka, begitu pun dengan sepeda statis yang memberikan efek berbeda antara sepeda statis dan bersepeda biasa. Jika dilihat dari sisi pembakaran kalori yang dihasilkan, dalam artian jika Anda melakukan lari selama 30 menit dengan kecepatan 8 km/jam, Anda dapat membakar sebanyak 280 kalori.

Namun jika Anda berlari dengan kecepatan 10 km/jam maka Anda dapat membakar kalori sebanyak 334 kalori, sedangkan dengan sepeda statis Anda dapat membakar 324 kalori, jika Anda bersepeda dengan kecepatan 10 km/jam. Perhitungan ini khusus untuk Anda para pria yang suka melakukan olahraga bersifat kardio ini.

Jadi jika Anda berlari selama 1 jam sehari dan membakar sebanyak 560 kalori dengan kecepatan 8 km/jam berarti dapat membantu menurunkan setengah kilogram atau sekitar 600 gram berat badan Anda dalam waktu 1 Minggu.

Sedangkan sepeda statis sebenarnya tidak jauh bebeda, Anda hanya harus melihatnya dari titik yang berbeda. Dalam arti, di manakah posisi Anda dalam latihan tersebut. Bilamana Anda termasuk orang dengan berat badan yang berlebih (obesitas), jelas Anda tidak dapat melakukan lari baik di treadmill ataupun di luar ruangan.

Mengapa? Karena jika Anda melakukan lari maka akan terjadi benturan pada lutut yang bisa mencapai 3 sampai 4 kali berat badan dan berpotensi tinggi menimbulkan cidera dan efek psikologis yang buruk bagi Anda. Jadi dalam kasus ini sepeda statis jelas menjadi pilihan yang paling tepat untuk Anda.

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok dari lari atau sepeda statis dalam hal membakar kalori, namun ada beberapa hal yang cukup terlihat berbeda. Salah satunya adalah jika Anda bersepeda maka Anda harus punya kemampuan khusus.

Dalam artian bersepeda dengan koordinasi khusus sangat sulit dilakukan oleh beberapa orang karena memerlukan koordinasi yang bagus dan relatif sulit. Sepeda statis juga mempunyai keunggulan lain, yaitu Anda dapat menghemat waktu, mengefisiensi gerakannya sehingga mampu menutupi kekurangannya.

Misalnya bagi Anda yang mempunyai gangguan pada lutut, kelebihan berat badan ataupun menderita sakit pinggang dan pada saat bersamaan Anda butuh untuk melakukan olahraga agar menurunkan berat badan.

Poinnya adalah: Satu, Anda harus tahu di titik mana Anda berada. Dalam arti kondisi Anda, apakah Anda termasuk orang yang sangat butuh atau hanya sekadar menjaga kondisi tubuh. Lalu, kedua, apa yang menjadi permasalahan Anda? Apakah bentuk tubuh atau berat badan Anda?

Jika masalahnya adalah bentuk tubuh maka lari menjadi pilihan tepat untuk Anda karena lebih alami dan lebih banyak gerakan yang dihasilkan dengan berlari sehingga lebih banyak otot yang bergerak dan relatif lebih efektif dalam membentuk tubuh, sementara sepeda statis bisa mengencangkan otot kaki dan membakar kalori.

Jadi, Anda bisa memilih salah satu dari olahraga tersebut untuk Anda lakukan sehari-hari, namun bijaklah memilih karena kedua karakter olahraga tersebut serupa tapi tak sama. (Innes Sabatini)

SHARE