Mengenal teknik batik tradisional

0
921
Batik tulis [photo by Bayu]

Ghiboo.com – Ada empat teknik mbathik secara tradisional.

Batik tulis [photo by Bayu]
Batik tulis [photo by Bayu]
Di kantor kami, setiap Senin batik menjadi primadona. Di pemerintahan DKI, batik digunakan setiap Kamis. Dan sebagian kantor yang lain ada yang menentukannya pada Jumat.

Malah ada para pekerja yang selalu memakai batik [pekerja batik :)].

Yang cukup membanggakan adalah mantan presiden Afrika Selatan yang juga pemegang nobel perdamaian, Nelson Mandela, selalu memakai batik di setiap acaranya.

Secara tingkatan, batik terbaik dan termahal adalah batik yang dibuat secara tradisional.

Ada empat teknik dalam pembuatan batik tradisional; Batik tulis, cap, campuran, dan lukis. Namun sebelum memulai membatik ada perlakuan khusus terhadap kain mori, bahan kain untuk membatik.

Pada tahap awal, kain mori dicuci untuk menghilangkan kanji asli pabriknya. Kemudian dilakukan pengloyoran kain. Yakni direndam dengan air merang dan minyak kacang. Tujuannya untuk mendapatkan warna yang tajam dan mengilat serta kain menjadi lebih halus dan lemas.

Lalu mori dikanji lagi secara tipis. Supaya lilin batik atau malam tidak meresap ke dalam kain, dan malamnya dapat mudah dihilangkan. Kemudian dijemur. Setelah kering, mori dikemplong atau dipukul-pukul menggunakan pemukul kayu di atas papan kayu yang rata. Tujuannya agar mori menjadi licin, kendur, lemas, sehingga proses pelekatan lilin sempurna.

Barulah setelah itu, membuat batiknya.

Batik tulis
Teknik ini biasa digunakan leluhur kita dalam membuat batik. Yang perlu disiapkan dalam teknik ini adalah; kain mori, wajan [untuk mencairkan malam], kompor, canting, gawangan [tempat meletakan kain yang akan dibatik], bahan pewarna, dan panci atau bak untuk pewarnaan, pelorotan, dan pencucian.

Pertama pola batik dibuat pada kertas. Lalu pola tersebut dijiplak ke mori menggunakan pensil. Selanjutnya gunakan canting untuk menempelkan malam di pola tersebut dan menutup bagian-bagian tertentu yang ingin tetap berwarna putih [nembok atau mopok].

Setelah selesai membatik [mbathik] kain dicelup dalam larutan zat pewarna hingga beberapa kali untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Kemudian kerok bagian yang ‘ditembok’ tadi bila ingin warnanya beda. Setelah itu dicuci. Berikutnya, mbathik kedua kali atau disebut mbironi, untuk menutup bagian-bagian berwarna dengan malam. Baru masuk ke pewarnaan kedua dan kemudian dijemur tanpa terkena sinar matahari [diangin-angin].

Jika sudah kering, baru nglorod atau menghilangkan malam dengan merebus mori. Setelah itu dibilas lagi dengan air. Kemudian dijemur atau diangin-anginkan saja tanpa terkena matahari.

Batik cap
Prosesnya hampir sama dengan batik tulis. Hanya saja ini menggunakan cap bukan canting dalam melukis pola di mori.

Cap terbuat dari tembaga dengan ukuran yang berbeda-beda tergantung motif pada cap.

Pertama, letakan mori di atas meja yang dialasi bahan empuk dan malam dicairkan dalam wajan yang lebih besar atau pas untuk mencelupkan cap. Cap kemudian dicelupkan ke wajan dan lalu ditempelkan ke mori secara simetris.

Selanjutnya dilakukan proses perwarnaan. Setelah usai, mori digodog untuk menghilangkan malamnya. Jika ingin mendapatkan lebih banyak warna dan kombinasi. Ulangi lagi tahap mencap dan pewarnaan.

Terakhir, cara penjemurannya sama dengan batik tulis.

Batik campuran [cap dan tulis]
Teknik ini menggabungkan dua teknik sebelumnya tulis dan cap. Terkadang cap digunakan di sisi pinggir kain, atau sebaliknya tulis untuk sisi pinggir kain. Untuk proses membatik, pewarnaan, dan pencuciannya. Sama dengan dua teknik lainnya.

Batik lukis
Cara pembuatannya dengan langsung melukis di atas kain mori. Terkadang pembatikan dan pewarnaan dilakukan beriringan. Tidak hanya menggunakan canting, pelukis batik juga menggunakan kuas, kapas, atau potongan kain untuk menghasilkan efek-efek baru.

Proses nglorod-nya dan penjemurannya sama dengan ketiga teknik di atas. «

Catatan Redaksi:
Mulai 2 Oktober 2013, setiap hari, Ghiboo akan menurunkan tulisan berseri mengenai Batik Indonesia dan perjalanannya dari waktu ke waktu. Anda yang minat berdiskusi mengenai batik dapat mention twitter @ghiboo dengan hashtag #BatikGhiboo atau masuk ke FB page Ghiboo.

SHARE