Perkembangan teknik batik di Indonesia

0
430
Batik tulis [photo by Bayu Ghiboo]

Sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. 

 

Batik tulis [photo by Bayu Ghiboo]
Batik tulis [photo by Bayu Ghiboo]

Ghiboo.com – Pilihan bergaya dengan batik begitu variatif. Motif-motif berlogo klub kesukaan, lambang daerah dan warna-warna cerah menjadi bagian dari variasi tersebut. Perkembangan motif batik dapat dikatakan sejalan dengan perkembangan teknik pembuatannya.

Dahulu hanya ada satu teknik batik yang digunakan. Yakni teknik tulis yang variasinya masih terbatas dengan lama pembuatan 3-4 bulan. Tapi memang hasilnya merupakan yang terbaik.

Menurut sejarah, batik sudah ada sejak jaman Kerajaan Majapahit yaitu sekitar tahun 1300-an. Kemudian teknik tulis ini mulai tersaingi di awal abad ke-20, atau sekitar
tahun 1920-an. Hal itu karena perkembangan teknologi dan industrialisasi yang menuntut kecepatan dalam pembuatan batik.

Hasilnya munculah teknik baru, yaitu batik cap, campuran (cap dan tulis), dan lukis. Teknik-teknik ini cuma berbeda dalam pembentukan polanya saja. Dengan ragam teknik baru ini lama pembuatan kain batik bisa dipangkas hingga separuhnya atau bahkan bisa mencapai tiga mingguan. Tetap, kerumitan motif dan kehalusannya menjadi penentu lama tidaknya pembuatan kain batik.

Kemudian di tahun 1980, teknik sablon diterapkan dalam pembuatan batik, yang lebih dikenal dengan sebutan batik printing. Dalam teknik ini tidak digunakan malam [lilin batik] melainkan menggunakan pewarna tekstil. Meski hasilnya tak sebaik teknik tradisional (tulis, cap, campuran dan lukis) hasil karya teknik ini paling banyak diserap pasar karena lebih murah.

Tak begitu lama dari permulaan batik printing, muncul teknik baru yang disebut teknik sablon malam. Teknik ini mengalami penyempurnaan sehingga baru mulai dikenal pasar pada tahun 2000-an.

Teknik sablon malam merupakan penggabungan teknik cap dan teknik sablon. Proses ini ada yang menggunakan malam panas dan dingin. Hasilnya diakui pembuat batik asal Pekalongan, H. Fatchur Rohman Noor yang menggunakan teknik sablon malam dengan malam dingin, lebih baik dari batik printing dan mendekati hasil dari pengerjaan batik secara tradisional.

Satu lagi teknik yang menarik adalah teknik robotik. Pada Tegal Expo 2011 di Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah, dipamerkan Robotika Machine 7NG-1110 buatan SMKN 1 Kota Tegal, yang mampu mempersingkat waktu proses men-canting dalam teknik batik tulis dari sekitar 3 minggu menjadi 5 jam saja.

SHARE