Ragam Batik Asli Indonesia

0
335
Ivan Gunawan Fashion

Kalau ada soal cerdas cermat mengenai motif batik, pasti banyak yang menyerah. Wajar saja, pengetahuan seputar batik masih terlalu dangkal.

Ivan Gunawan Fashion
Ivan Gunawan Fashion

Teks: @innesspw
Photo: @bayuherdianto88

Ghiboo.com – Saya pun akan dibuat garuk-garuk kepala jika ditanya soal ini. Kebanyakan orang justru menanyakan, “Batik kamu beli di mana?” bukan “Apa sih maksud motif batik yang kamu pakai?”

Batik Indonesia memiliki ragam simbol yang dikomunikasikan melalui coraknya. Hal tersebut berkaitan erat dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam, dan sejarah.

“Semua corak batik mempunyai keindahan tersendiri. Setiap corak menggambarkan kiasan-kiasan yang berkaitan dengan kehidupan,” jelas Tumbu Ramelan, Kolektor Batik sekaligus Kepala Galeri Batik Museum Tekstil Jakarta, saat ditemui Ghiboo.

Kini, batik dinilai sebagai identitas bangsa. Tak malukah Anda jika tak mengenalnya lebih dalam? Jangan hanya bisa berteriak maling saat batik diklaim negara lain. Pepatah “Tak kenal maka tak sayang” seperti tepat mencerminkan kondisi kita saat ini. Agar kian sayang dengan batik, yuk kita ngulik sedikit ragam batik asli Indonesia

Batik Solo
Kecantikan batik Solo terpancar dari keindahan motif-motifnya, seperti Sidomukti dan Sidoluruh yang sudah sangat populer. Warna yang didominasi cokelat soga adalah identitas batik Solo. Warna soga adalah cokelat kekuningan. Pewarna alami ini diambil dari batang kayu pohon soga tingi.

Sidomukti, diambil dari kata sido [menjadi] dan mukti [makmur]. Artinya, motif ini melambangkan harapan akan masa depan yang baik dan dimudahkan rejekinya. Motif Sidomukti banyak menggunakan gambar kupu-kupu, meru [gunung], dan bunga.

Sedangkan Sidoluruh diambil dari kata sido [menjadi] dan luruh [bijaksana]. Artinya melambangkan harapan agar pemakainya dapat berhati dan berpikiran luruh sehingga menjadi panutan. Motif Sidomukti banyak menggunakan gambar bangunan atau tahta, burung garuda, kapal, dan tumbuhan.

Batik Yogyakarta
Jika batik Solo identik dengan warna kuning, batik Yogyakarta justru lebih didominasi latar warna putih. Batik Yogyakarta juga mempunyai variasi motif tersendiri dengan filosofi di dalamnya, seperti motif Parang Barong yang dulunya hanya boleh dipakai oleh Raja [Sultan] dan Permaisuri untuk upacara resmi. Motif Parang Barong menggambarkan kekuasaan. Jadi siapa yang memakai batik ini bisa berlipat kekuatannya.

Selain itu, Yogyakarta juga memiliki motif batik Ceplok [bunga atau binatang], Kawung [sejenis kelapa], Gringsing [sisik ikan, di bagian tengah ada bintik hitam] dan Ciptoning [wayang, parang, dan gurdo].

Batik Cirebon
Motif batik Cirebon yang populer di antaranya motif Wadasan dan Mega Mendung. Awalnya inspirasi motif batik berasal dari suasana panorama alam dalam Kraton Cirebon. Berkat motif ini, ikon batik Cirebon terkenal hingga mancanegara.

Motif Wadasan berasal dari kata wadas yang dalam bahasa Cirebon batu-batuan. Motif ini kental dengan warna cokelat, hitam, dan krem. Sedangkan motif Mega Mendung merupakan visualisasi dari bentuk mega atau awan yang bergumpal-gumpal, yang didominasi warna-warna cerah, seperti merah, biru, violet, dan keemasan.

Batik Pekalongan
Letaknya di pesisir Pulau Jawa, membuat batik Pekalongan lebih eskpresif memainkan warna dan lebih banyak menggunakan motif bunga, burung, hewan, dan meru [gunung]. Tapi motif asli batik Pekalongan adalah motif Jlamprang. Motif ini mengadaptasi bentuk bintang atau arah mata angin yang ujung-ujungnya membentuk segi empat yang berpola geometris.

Batik Sumatera
Beberapa motif batik juga ditemui di daerah Sumatera bagian Selatan, seperti Palembang, Jambi, dan Bengkulu. Motif Pucuk Rebung khas Sumatera menjadi yang paling popular. Motif Pucuk Rebung adalah motif bergambar pucuk dari tunas rebung yang baru tumbuh yang berbentuk runcing.

Berbeda dengan daerah Jawa, masyarakat Sumatera mengenakan batik hanya untuk acara khusus seperti upacara pernikahan.

Batik Kalimantan
Berbicara tentang batik Kalimantan, tentu tidak akan lepas dari kultur Kalimantan secara umum. Warna kuning menjadi ciri khas batik Kalimantan karena identik dengan warna Dayak. Motifnya pun variatif, seperti Batang Garing [simbol batang kehidupan bagi masyarakat Dayak] dan Mandau [senjata khas suku Dayak]. «

Catatan Redaksi:

Selama bulan Oktober, setiap hari, Ghiboo akan menurunkan tulisan berseri mengenai Batik Indonesia dan perjalanannya dari waktu ke waktu. Anda yang minat berdiskusi mengenai batik dapat mention twitter @ghiboo dengan hashtag #BatikGhiboo atau masuk ke FB page Ghiboo.

SHARE