Perempuan Modern di Hutan Rimba

0
441
Prisia Nasution sebagai Butet Manurung [Kapanlagi.com]

“Film ini [mengandung-red] banyak hal-hal tak terduga. “

Behind the Scene Film Sokola Rimba
Behind the Scene Film Sokola Rimba

Teks @boyMALI
Foto Facebook Prisia Nasution

Ghiboo.com – Jika mendengar kata Rimba atau Hutan Rimba, mungkin akan terbesit suasana mencekam dengan pola kehidupan yang seringkali dianggap primitif di tengah kemajuan teknologi serta modernisasi yang terus menerjang.

Jarak ribuan kilometer yang harus dicapai dengan transportasi udara, darat, bahkan sungai untuk masuk dalam sebuah rimba menjadi daya tarik sendiri bagi Riri Riza dan Mira Lesmana yang tergabung dalam Miles Production untuk film terbarunya, Sokola Rimba.

“Film ini [mengandung-red] banyak hal-hal tak terduga. Saya harus keluar masuk hutan. Proses pendekatannya pun tak mudah. Kami ingin film ini membuka mata masyarakat tentang adanya kehidupan orang rimba” ujar Mira Lesmana, produser film ini dalam jumpa pers, akhir pekan kemarin [13/10].

Dalam temu wartawan yang dilakukan di sebuah toko buku di Pondok Indah, Jakarta, Riri Riza yang dipercaya menjadi sutradara menambahkan, orang rimba cukup menyenangkan walapun awalnya sangat sulit untuk beradaptasi dan mengikuti pola hidup mereka selama tiga bulan proses syuting.

Film yang diadaptasi dari novel karya Butet Manurung ini memang tak jauh berbeda dengan isi buku yang menceritakan bagaimana perjuangan seorang perempuan modern dari kota yang secara sukarela datang sebagai pengajar untuk anak-anak yang tinggal di pedalaman Hutan Bukit Dua Belas, Jambi.

 

Prisia Nasution di Film Sokola Rimba
Prisia Nasution di Film Sokola Rimba

Otentik
Dalam membuat karya audio visual, ternyata duet Riri Riza dan Mira Lesmana punya satu kesamaan yaitu harus menunjukkan identitas asli dari cerita yang hendak diangkat ke layar lebar.

Mereka lebih memilih mengaryakan penduduk asli Suku Anak Dalam sebagai aktor dan aktris dadakan selama proses produksi Sokola Rimba.

“Sama seperti film Atambua 390C, Sokola Rimba juga kami percayakan penduduk Suku Anak Dalam untuk memerankan beberapa tokoh dalam naskah,” cearita Riri kepada insan media.

Riri menjelaskan alasannya memilih penduduk lokal agar penonton bisa masuk dan merasakan suasana asli yang tampil dalam film sehingga ontentik atau ciri khas akan terasa lebih dalam.

“Saya tidak bisa membayangkan berapa banyak waktu yang dibutuhkan saat kita harus bawa talent dari Jakarta lalu syuting di dalam hutan. Kalau pakai penduduk asli, kita tidak dianggap orang asing dan bisa belajar budaya yang baru,” ucapnya secara yakin.

Film yang juga dibintangi aktris Prisia Nasution ini nantinya akan menggunakan bahasa asli Orang Rimba dengan subtitle terjemahan bahasa Indonesia berdurasi 90 menit. Sokola Rimba mulai tayang di bioskop pada 21 November 2013. «

SHARE